PT Chitose Internasional Tbk (CINT), emiten produsen furnitur di Indonesia, membukukan pertumbuhan penjualan dan laba yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, CINT mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp518,5 miliar, tumbuh 12% secara tahunan (yoy). Dari capaian tersebut, Perseroan bukukan laba tahun berjalan Rp33,4 miliar, melonjak 85% dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian kinerja tersebut didukung oleh kontribusi kuat dari segmen item produk pendidikan dan perkantoran yang menjadi penopang utama penjualan Perseroan. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan yang signifikan secara tahunan, seiring dengan meningkatnya permintaan. Dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan segmen item produk pendidikan meningkat 16,6 % yoy atau menjadi Rp237, 2 miliar dan perkantoran meningkat 7,7% yoy menjadi Rp260,8 miliar.

Baca Juga: Laba DSNG Meroket 60,2 Persen Sepanjang 2025

Direktur PT Chitose Internasional Tbk, R. Nurwulan Kusumawati, mengatakan, "Pencapaian kinerja sepanjang tahun 2025 mencerminkan ketahanan bisnis Perseroan di tengah dinamika kondisi ekonomi. Kami terus menjaga momentum pertumbuhan melalui inovasi produk, efisiensi operasional, serta penguatan pada segmen-segmen strategis yang sesuai dengan kebutuhan pasar."

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Perseroan terus melanjutkan modernisasi fasilitas produksi melalui pembaruan mesin dan peningkatan otomasi pada lini tertentu guna mendorong efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas dalam memenuhi permintaan skala besar di seluruh Indonesia. Adanya pemulihan bertahap pasar furnitur domestik menjadi potensi peluang yang dapat dimanfaatkan Perseroan dengan memperkuat portofolio produk dan memperluas penetrasi ke wilayah berpotensi tinggi. 

Melanjutkan semangat "Chitose Membangun Negeri", Perseroan juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan furnitur berkualitas, khususnya untuk sektor pendidikan, dengan memperluas distribusi hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan guna mendorong pemerataan akses sarana pendidikan yang layak.