PT Chitose Internasional Tbk (CINT), produsen furnitur di Indonesia, memasuki tahun 2026 dengan optimisme terhadap keberlanjutan pertumbuhan kinerja usaha. Chitose optimistis target kinerja yang ditetapkan sepanjang 2025 dapat tercapai dan menjadi pijakan penting untuk melanjutkan momentum pertumbuhan di 2026.
Hingga kuartal III-2025, Chitose mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp324,29 miliar dengan laba bersih Rp10,23 miliar, tumbuh 53,06% YoY. Kinerja tersebut ditopang oleh segmen pendidikan dan peralatan kantor yang masing-masing membukukan penjualan Rp156,67 miliar dan Rp161,34 miliar. Memasuki 2026, Chitose menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui peningkatan permintaan segmen institusi, khususnya pendidikan dan perkantoran serta penguatan efisiensi operasional dan modernisasi fasilitas produksi guna meningkatkan daya saing dan menjaga ketahanan bisnis.
“Sepanjang 2025 kami fokus memperkuat fundamental operasional dan menjaga keberlangsungan produksi di tengah tantangan biaya dan kondisi global. Ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin terbuka, khususnya seiring meningkatnya belanja sektor pendidikan dan institusi,” ujar Direktur PT Chitose Internasional Tbk, R. Nurwulan Kusumawati, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Untuk mendukung target tersebut, Chitose menjalankan berbagai program efisiensi operasional yang mencakup pengelolaan rantai pasok, pengendalian biaya produksi, serta manajemen persediaan. Strategi ini ditujukan untuk menjaga lead time dan memastikan produk berkualitas terkirim tepat waktu sesuai kebutuhan dan persyaratan sehingga Chitose mampu memenuhi kebutuhan institusi pendidikan dan sektor lainnya di berbagai wilayah dengan karakteristik logistik yang beragam.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Chitose akan melanjutkan modernisasi fasilitas produksi melalui pembaruan mesin, peningkatan otomasi pada lini tertentu. Upaya ini memungkinkan proses produksi yang lebih efisien, meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kemampuan Chitose dalam memenuhi permintaan dalam skala besar dan cakupan wilayah nasional.
Menurut Nurwulan, pemulihan bertahap pasar furnitur domestik turut memberikan dorongan positif bagi kinerja perusahaannya. Momentum ini dimanfaatkan dengan memperkuat portofolio produk serta memperluas penetrasi pasar ke wilayah-wilayah dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka.
Mengusung semangat “Chitose Membangun Negeri”, Chitose menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional melalui penyediaan dan pendistribusian produk furnitur berkualitas, khususnya bagi sektor pendidikan. Chitose secara konsisten memperluas jangkauan distribusi hingga ke pelosok negeri dan wilayah perbatasan guna mendukung pemerataan akses sarana pendidikan yang layak dan berkualitas di seluruh Indonesia.
“Kami meyakini bahwa sinergi antara efisiensi operasional, modernisasi pabrik, serta komitmen memperluas distribusi furnitur pendidikan hingga ke pelosok negeri akan menjadi fondasi pertumbuhan Chitose di 2026. Fokus kami tidak hanya pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi berkelanjutan dalam mendukung fasilitas pendidikan hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun negeri,” tutup Nurwulan.