PT Bank Danamon Indonesia Tbk membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak dan kepentingan non-pengendali sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan operasional dan perbaikan kualitas kredit.

Chief Financial Officer Danamon, Theresia Andriana, menyampaikan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) konsolidasian tercatat Rp9,6 triliun atau meningkat 4 persen secara tahunan.

“Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid dan pengelolaan biaya yang disiplin. Perbaikan biaya kredit (cost of credit) juga membaik 10 persen secara year-on-year,” ujar Theresia dalam konferensi pers virtual paparan kinerja tahun buku 2025, Kamis (19/2/2026).

Dari sisi rentabilitas, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) konsolidasian tercatat sebesar Rp7,7 triliun. Manajemen menyebut kualitas aset tetap terjaga hingga semester II-2025, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Baca Juga: Danamon dan Adira Finance Didukung MUFG Kembali Jadi Sponsor Utama IIMS Jakarta 2026

Baca Juga: Optimisme Bank Danamon Atas Pertumbuhan Ekonomi Domestik di atas 5% pada 2026

Theresia menambahkan, laporan keuangan 2024 sebagai periode pembanding telah disajikan ulang menyusul dampak penggabungan usaha antara entitas anak pembiayaan, yakni Adira Finance dan Mandala Finance.

Dengan mengecualikan dampak penggabungan tersebut pada aspek intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian per 31 Desember 2025 tumbuh 9 persen secara tahunan menjadi Rp206,9 triliun. Dari sisi pendanaan, simpanan pihak ketiga meningkat 15 persen year-on-year menjadi Rp176,9 triliun.

Secara keseluruhan, perseroan membukukan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp19,5 triliun, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih setelah pajak tercatat Rp3,9 triliun atau meningkat 21 persen secara tahunan.

Baca Juga: Danamon Terus Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat Lewat Kampanye #JanganKasihCelah

Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, mengatakan implementasi prioritas strategis sepanjang 2025 mendorong pertumbuhan intermediasi dan profitabilitas dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan. Semangat Tumbuh Bersama terus menjadi fondasi kami sebagai satu grup finansial,” ujarnya.

Memasuki 2026, Danamon menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai mitra solusi finansial terpercaya, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspansi bisnis yang berkelanjutan dan prudent.