Ia pun menilai kesempatan bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan pasar perlu diikuti dengan upaya meningkatkan kualitas bisnis. Bagi Sherly, pelaku UMKM perlu didorong untuk tidak hanya bertahan sebagai usaha rintisan, tetapi juga berkembang menjadi bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan.
"Yang lebih penting adalah adanya kesempatan bagi UMKM untuk naik level. Jadi kita tidak hanya bicara tentang mereka yang baru mulai, tetapi bagaimana mereka bisa mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik, lebih profesional, dan tentunya lebih sustainable. Bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi keluarga mereka," jelasnya.
Melihat konsep yang ditawarkan Local Market, Sherly juga menilai kegiatan serupa memiliki peluang untuk diterapkan di Maluku Utara. Ia mengatakan, produk-produk dari petani maupun pelaku usaha di berbagai kabupaten dan kota dapat dikumpulkan dalam satu ruang di ibu kota provinsi sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas.
"Ya, hari ini kita lihat dan kemudian tadi ngobrol-ngobrol sama panitia (penyelenggara) bahwa bisa diimplementasi di Maluku Utara. Jadi, produk-produk dari petani, kabupaten kota lainnya bisa kita kumpulin di ibu kota biar mereka dapat market, bisa jualan. Pengunjungnya pun dapat hiburan, dapat produk-produk baru yang fresh," tutur Sherly saat ditemui di Paviliun Artha Graha Peduli - Pasar Wiwitan SCBD, Minggu (6/9/2026).

Selain persoalan akses pasar, Sherly turut menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam perlu berjalan beriringan.
"Sustainability juga penting. Bagaimana kita bisa terus hidup bersama dengan alam atau nature, apalagi sekarang kita melihat begitu banyak tantangan lingkungan yang kita hadapi. Jadi ekonomi, kreativitas, masyarakat, dan alam ini harus bisa berjalan bersama," terangnya.