Putri Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, Hanum Rais mengaku tak habis pikir dengan aksi nekat Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyadap Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya sabotase yang dilakukan sangat berisiko yang menumbalkan nama besarnya.

Ia mengatakan, aksi nekat yang dilakukan jenderal bintang empat itu hanyalah upaya membalas budi kepada orang yang telah membuka jalan karirnya hingga bisa merengkuh jabatan tertinggi di Polri. Orang itu kata dia disinyalir menjadi dalang di balik aksi penyadapan tersebut.

Baca Juga: Penyadapan Prabowo Diduga Libatkan 11 Jenderal, Rencana Komplotan Listyo Sigit Melarikan Diri Mulai Terendus

Meski tidak menyebutkan nama secara gamblang, namun sebagaimana diketahui bersama, orang yang paling berjasa pada karier Listyo Sigit adalah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

"Apa tho yg dijanjikan Pak Mukidi sama kamu? Mau sampai kapan Anda harus membalas budi sampai membahayakan diri sendiri?” Kata Hanum di akun X pribadinyan dilansir Olenka.id Kamis (5/11/2026).

Hanum menilai Listyo Sigit sudah kebablasan memberi loyalitasnya, seharusnya ia sadar bahwa atasannya sekarang ini adalah Presiden Prabowo Subianto. Ia seharusnya tegak lurus kepada kepala negara, bukan sebaliknya, menusuk presiden dari belakang.

"Oalah Pak Sigit… mbok sudah tho Pak. Gak usah pake nyadap-nyadap atasan. Atasan Anda itu Pres, bukan Pak Mul apalagi Pak Mukidi," ucapnya.

"Disuruh nyadap percakapan atasan Anda untuk dijadikan kartu mati yang bisa dipegang Mukidi untuk menyandera Pak Pres? Jahaaaaat kamu Pak. Jahat," tambahnya.

Pada kesempatan berbeda, Amien Rais justru blak-blakan meminta pihak kepolisian segera menangkap dan menahan Jokowi apabila terbukti menjadi dalang penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat lainnya.

"Kalau terbukti ada geleng-angguk antara Listyo dengan Jokowi, Jokowi harus segera ditahan," kata Amien.

Amin mengatakan, aksi penyadapan terhadap Kepala Negara merupakan operasi paling nekat, jadi menurutnya mustahil Listyo Sigit bergerak atas inisiatif sendiri, pasti ada dalang yang mengotakinya. Amien menyatakan dugaan kuatnya Jokowi adalah aktor intelektual di balik aksi tersebut.

"Jadi, common sense saya mengatakan Listyo berbuat konyol dan nekat, kemungkinan ada geleng-angguk dengan Jokowi," ujarnya.

Amien juga menyinggung keberadaan Jokowi di Jakarta untuk memenuhi panggilan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun, informasi mengenai agenda tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan Jokowi dalam perkara dugaan penyadapan.

Kasus ini menjadi perhatian setelah Listyo Sigit terseret dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo, pejabat negara, tokoh politik, hingga kalangan pengusaha.

Baca Juga: Kasus Penyadapan Prabowo, Jokowi Harus Segera Ditangkap!

Amien menilai pengusutan perkara tersebut harus menjawab siapa saja pihak yang terlibat dan apakah tindakan itu dilakukan atas inisiatif sendiri atau melalui koordinasi dengan pihak lain.

Dia bahkan menyebut Listyo Sigit dan Jokowi sudah tidak memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Amien menilai keduanya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu dibandingkan kepentingan nasional.