Presiden Prabowo Subianto menyatakan hingga kini program makan bergizi gratis (MBG) telah diproduksi sekitar 4,5 miliar porsi untuk penerima manfaat.

Menurutnya, teknologi food safety test dalam program MBG mempunyai kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga: Tegas Prabowo: Anggaran MBG Hasil Penghematan Uang yang Biasa Dikorupsi

Baca Juga: Prabowo Pede! Dapur MBG Kalahkan McDonalds

"Tadi, saya lihat alat-alat yang digunakan, dirintis oleh Kepolisian. Saya lihat ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan. Ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia," terangnya saat groundbreaking 1.179 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Dalam pidatonya, Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini program tersebut telah menghasilkan sekitar 4,5 miliar porsi makanan.

Tercatat, cari jumlah tersebut pihaknya menerima la[oran sekkitar 28.000 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan, seperti sakit perut yang diduga keracunan.

Namun, menurutnya angka tersebut dinilainya sangat kecil, yakni sekitar 0,0006% atau setara tingkat keberhasilan 99,999%.

"Berarti apa? 99,99% (MBG) itu berhasil itu. Di mana ada usaha manusia yang 100%? Ada, tetapi tidak gampang dicapai," terangnya.

Namun, terkait itu pihaknya meminta jajarannya untuk tidak berpuas diri dan tetap mengawal keamanan menu-menu MBG.

"Jangan kita sombong, jangan kita petantang-petenteng ya. Kesombongan adalah awal dari kehancuran. Ingat itu. Ya, semakin berisi semakin merunduk, itu adalah ilmu padi nenek moyang kita," tukasnya.