PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) resmi didirikan oleh Soegiarto Adikoesoemo pada tahun 1977 yang awalnya bernama PT Aneka Kimia Raya di Surabaya. Meski begitu, bisnis Soegiarto di bidang kimia telah dimulainya di era tahun 1960-an. Perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya pada tahun 1994 ini dikenal sebagai salah satu distributor swasta BBM dan bahan kimia dasar terkemuka di Indonesia.

Rekam Jejak AKR Corporindo

Sejak tahun 1960-an, Soegiarto telah menjalankan bisnis sebagai distributor kimia dasar seperti kimia chloro-alkali, solvent, serta kimia organik dan nonorganik. Setelah mendirikan PT Aneka Kimia Raya pada tahun 28 November 1977, Soegiarto mulai membangun terminal tangki penyimpanan pertama di Indonesia. Di tahun 1980, AKR telah membangun beberapa tangki penyimpanan di berbagai pelabuhan di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Pemilik SPBU BP-AKR, Soegiarto Adikoesoemo

Kantor pusat AKR resmi pindah ke Jakarta pada tahun 1985. AKR kemudian menjadi perusahaan publik di tahun 1994 dengan kode saham AKRA. Perusahaan lantas mengembangkan infrastruktur mereka serta membangun terminal-terminal penyimpanan baru dan aset lainnya di pulau Jawa dan Sumatra. Setelah beberapa tahun melantai di BEI, nama perusahaan resmi berganti dari PT Aneka Kimia Raya Tbk menjadi PT AKR Corporindo Tbk untuk mencerminkan ruang lingkup bisnis yang lebih besar.

Garap Sektor BBM

AKR menjadi perusahaan nasional pertama yang beroperasi di bisnis BBM non subsidi di tahun 2005. Baru di tahun 2010, AKR memperoleh kepercayaan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mendistribusikan BBM bersubsidi. AKR kemudian memperluas jaringannya dan kini telah memiliki tangki penyimpanan dan terminal di 15 pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. AKR juga memiliki armada logistik yang meliputi kapal dan truk pengiriman BBM dan kimia dasar, serta telah melayani lebih dari 2.000 perusahaan dan industri di seluruh Indonesia.

Untuk sektor BBM bersubsidi, AKR kembali mendapat kepercayaan dan tugas dari BPH migas untuk mendistribusikan BBM bersubsidi untuk kendaraan bermotor dan nelayan di tahun 2017. Saat ini, AKR mengoperasikan lebih dari 130 SPBU bermerek AKR yang menjual diesel dan bensin berkualitas tinggi untuk kendaraan bermotor dan nelayan di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Pada tahun 2011, AKR bersama dengan mitra usahanya, Royal Vopak, mendirikan terminal independen penyimpanan BBM terbesar bernama PT Jakarta Tank Terminal (JTT) di Pelabuhan Tanjung Priok. Kini, AKR memasok bahan kimia dasar dari berbagai produsen kelas dunia seperti Asahimas kimia (bagian dari Asahi Glass, Jepang), Solvay Eropa, dan Amerika Serikat, dan melayani berbagai industri di sektor rayon, tekstil, consumer goods, alumina, kimia, dan industri sabun-detergen.

AKR juga mengembangkan kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi bernama Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sejak tahun 2013. Proyek ini dikembangkan melalui entitas anak, PT Usaha Era Pratama Nusantara, bekerja sama dengan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, entitas anak dari PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III). Dengan konsep kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut, JIIPE pada pertengahan tahun 2021 mendapatkan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus untuk sektor Teknologi dan Manufaktur.

Rilis Merek BP-AKR

Salah satu lini bisnis paling dikenal dari AKR adalah jaringan SPBU BP-AKR. Bekerja sama dengan BP Global, AKR membentuk perusahaan bernama PT Aneka Petroindo Raya yang beroperasi di bawah nama “BP AKR Fuels Retail”. Saat ini, setidaknya terdapat 73 SPBU BP-AKR di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Mereka juga menjalankan bisnis perdagangan avtur lewat perusahaan patungan bernama PT Dirgantara Petroindo Raya yang akan beroperasi di bawah nama Air BP-AKR Aviation.