Memang mimpi yang diupayakan dengan kesungguhan hati tak pernah berkhianat. Ketulusan itu selalu dibayar setimpal. Entah kebetulan atau tidak, salon mini di garasi rumah itu cukup  menarik perhatian, bukan sembarang orang, mereka yang menyambangi Martha mayoritas berasal dari kalangan elite. 

“Karena saya dekat di jalan Diponegoro, tempat saya, di belakangnya, jalan Kusuma Atmaja maka yang datang adalah ambasador, istri ambasador,” katanya lagi. 

Mimpinya yang mula-mula adalah kemustahilan kini menjadi keniscayaan, tiga bulan menjalankan salon kecantikannya dalam keterbatasan, Martha kini melihat impiannya ia perlahan terwujud. Ia kemudian meminta ayahnya menjadikan rumah tempat tinggal mereka menjadi sebuah salon kecantikan setelah Martha mulai kebanjiran pelanggan. 

Baca Juga: Deretan Bisnis Martha Tilaar Group, Racikan Unggul dari Tangan Martha Handana

Dari titik ini Martha terus meroket, namanya mulai dikenal luas di berbagai kalangan seiring pesatnya perkembangan usahanya hingga tumbuh menjadi sebuah perusahaan ternama di Indonesia. Kini wanita 89 tahun itu dijuluki ratu kecantikan Indonesia karena dedikasinya mendirikan usaha kecantikan berbasis kearifan lokal. 

“Wah banyak amat, itulah saya mulainya dari kecil. Setelah 3 bulan, 6 bulan, saya minta ayah saya, sekarang ayah kita pindahnya ke pavilion atau garasi itu, dan seluruh rumah, bisa nggak buat salon? Bisa. Nah gitu, makanya itulah permulaan daripada bisnis saya,” tutupnya.