Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik tujuh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pendekatan Talent DNA ESQ, sebuah metode pemetaan potensi kepemimpinan yang menitikberatkan pada karakter, kekuatan talenta, dan kecocokan peran strategis dalam birokrasi.
Pelantikan yang digelar di Surabaya pada Jumat (30/1/2026) tersebut menjadi terobosan baru dalam sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, proses rotasi dan promosi jabatan eselon II dilakukan dengan mengintegrasikan metode Talent DNA guna memastikan penempatan pejabat sesuai dengan potensi kepemimpinan dan kebutuhan organisasi.
Baca Juga: Dihadapan Presiden Prabowo, Mensos Paparkan Inovasi dan Apresiasi Talent DNA ESQ Sekolah Rakyat
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari penempatan sumber daya manusia yang tepat. Menurutnya, pendekatan berbasis talent dan karakter akan memperkuat efektivitas kinerja pemerintahan serta mempercepat pencapaian program pembangunan daerah.
Diketahui, Provinsi Jawa Timur mencatatkan kinerja pelayanan publik terbaik nasional tahun 2025 dengan skor 4,75 dari skala 5. Penilaian Kementerian PANRB dilakukan melalui 6 aspek layanan, sehingga capaian ini bukan hasil satu program atau satu instansi, melainkan buah dari kerja bersama lintas sektor—dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Rotasi kali ini merupakan terobosan baru karena menjadi proses perdana yang mengintegrasikan metode talent DNA guna memastikan penempatan pejabat sesuai dengan potensi dan karakter kepemimpinannya,” ujar Khofifah.
Dalam susunan jabatan baru tersebut, Mohammad Yasin yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur.
Sementara itu, Nurkholis yang sebelumnya memimpin Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Di jajaran Asisten Sekretariat Daerah, Dydik Rudi Prasetya kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, sedangkan Imam Hidayat dipercaya mengisi posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Perubahan kepemimpinan juga terjadi pada jabatan kewilayahan dan dinas teknis. Sufi Agustini yang sebelumnya menjabat Kepala Bakorwil Pamekasan kini memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK). Adapun jabatan Kepala Bakorwil Bojonegoro kini diemban oleh Tri Wahyu Liswati.
Khofifah menjelaskan bahwa proses uji kompetensi dalam pelantikan ini melibatkan tim independen yang terdiri dari akademisi Universitas Brawijaya dan Universitas Airlangga. Keterlibatan unsur akademisi tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi, objektivitas, serta akuntabilitas dalam penilaian kompetensi pejabat.
“Pelantikan ini merupakan tahap awal dari rangkaian penyegaran birokrasi di Jawa Timur. Mengingat masih terdapat sejumlah jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, Pemprov Jatim akan melanjutkan uji kompetensi secara bertahap,” katanya.
Untuk menjaga kesinambungan program kerja, para pejabat yang baru dilantik juga ditunjuk sebagai pelaksana tugas pada jabatan lama mereka hingga seluruh proses pengisian jabatan definitif selesai dilaksanakan.