Perjalanan Mario Caesar di dunia hiburan tidak terjadi secara instan. Kreator konten yang dikenal lewat konten komedinya ini mengaku ketertarikannya menghibur orang sudah muncul sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Sejak remaja, Mario sudah terbiasa tampil di depan banyak orang, terutama sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC) di berbagai kegiatan sekolah dan pentas seni. Dari pengalaman itulah kepercayaan dirinya terbentuk.

“Awalnya aku tuh ngehost kan, aku tuh ngemsi-ngemsi sebenarnya. Iya, terus sambil suka ngonten-ngonten. Karena dulu memang suka nonton film-film komedi, jadi kayak pengen bikin sendiri gitu,” ungkap Mario kepada Olenka, belum lama ini.

Mario mengaku, bakat komedinya juga tumbuh secara alami dari kebiasaannya melontarkan candaan di lingkungan sekolah. Ia merasa senang setiap kali berhasil membuat orang lain tertawa.

“Terus tuh dulu aku tuh kalau di sekolah tuh suka banget nyeletuk. Jadi kalau misalnya orang-orang ketawa atas jokes-jokes aku tuh aku senang gitu. Nah makanya aku suka bikin di social media gitu,” katanya.

Diakui Mario, respons positif dari teman-temannya menjadi dorongan kuat bagi Mario untuk lebih serius membuat konten di media sosial.

“Terus kalau misalnya ada temen-temen aku yang komen, aku senang. Terus nih bisa bikin orang ketawa gitu. Nah mulai dari situ kayaknya aku mau usahakan untuk kayaknya seru udah jadi konten kreator,” lanjutnya.

Sejak saat itu, Mario memutuskan untuk fokus membuat konten komedi agar lebih banyak orang bisa terhibur.

“Tapi yang komedi gitu, biar orang-orang juga bisa ketawa gitu sih. Kayaknya dari SMA deh kayaknya,” ujarnya.

Baca Juga: 3 Tips Bikin Konten Seru dan Menarik ala Nessie Judge, Mau Coba?

Menurut Mario, peluang menjadi kreator konten saat ini jauh lebih terbuka dibandingkan beberapa tahun lalu.

Perkembangan platform media sosial membuat siapa pun kini memiliki kesempatan untuk dikenal luas, asalkan memiliki kemauan untuk belajar dan konsisten berkarya.

Ia menilai, dulu menjadi kreator konten membutuhkan usaha besar karena terbatas pada platform tertentu seperti YouTube yang memerlukan peralatan produksi memadai.

“Konten kreator tuh ternyata bukan cuma.. awal-awal kan konten kreator kalau yang kita lihat tuh yang mainstreamnya adalah di YouTube kan. Jadi dulu tuh harus sangat effort gitu punya kamera, terus harus ada konsepnya segala macem,” jelas Mario.

Kini, menurutnya, perkembangan media sosial membuat proses berkonten menjadi lebih mudah dan lebih variatif.

“Terus semakin lama nih konten kreator sekarang menurut aku udah jauh lebih mudah jalannya karena social media sekarang sudah banyak. Dan semua orang sudah mengkonsumsi social media tuh hampir 24 jam tuh pasti ada aja gitu yang konsumsi,” katanya.

Tak hanya peluang yang semakin besar, industri kreator konten juga memberikan banyak keuntungan lain, termasuk jaringan pertemanan dan peluang kolaborasi.

“Makanya sekarang menurut aku jalannya sudah jauh lebih mudah. Dan konten kreatornya pun juga sudah bervariasi gitu. Jadi memang aku melihatnya juga seru banget sih,” bebernya.

“Dan aku juga mendapatkan banyak koneksi dari konten kreator. Jadi ya industrinya sekarang udah jauh lebih berkembang sih,” tutup Mario.

Baca Juga: Raditya Dika: Investasi Bukan tentang Gaji Besar, Melainkan Soal Kebiasaan