Kehilangan kendali atas fungsi tubuh sendiri adalah salah satu hal paling berat yang harus dihadapi seseorang. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Ibu Ratna Ira Andriyanti (40 tahun), salah satu pasien pertama di Indonesia yang sempat mengalami keputusasaan akibat gangguan berkemih kronis setelah mengalami insiden kecelakaan.
Akibat kerusakan saraf pasca-trauma tersebut, Ibu Ratna terus-menerus kesulitan menahan buang air kecil, sebuah kondisi yang membuatnya selalu merasa cemas dan tidak percaya diri setiap kali harus beraktivitas di luar rumah.
Ia telah mencoba berbagai macam pengobatan konvensional, namun hasilnya nihil karena sumber masalah utama, yaitu gangguan saraf sakralnya, belum tersentuh sama sekali. Namun, titik balik hidupnya berubah total di awal tahun 2026.
Kembali Percaya Diri Berkat Keberanian Mengambil Langkah Medis
Melalui tindakan Sacral Neuromodulation (SNM) yang dilakukan oleh tim bedah saraf di Primaya Hospital Bekasi Timur, Ibu Ratna berhasil mendapatkan kembali kebebasannya. Alat stimulator saraf berukuran mini yang ditanamkan melalui prosedur minim sayatan terbukti langsung memperbaiki kualitas hidupnya secara signifikan.
"Sebelumnya saya selalu khawatir saat beraktivitas karena sulit menahan buang air kecil. Setelah menjalani tindakan SNM, kondisi saya jauh lebih baik. Kini saya bisa kembali beraktivitas dengan lebih percaya diri dan merasa mendapatkan kembali kualitas hidup saya. Saya sangat terharu dan bersyukur," tutur Ibu Ratna.
Baca Juga: Kabar Baik! Teknologi SNM Kini Hadir di Indonesia, Solusi Efektif untuk Pasien Cedera Saraf
Kisah Ibu Ratna menjadi bukti nyata bahwa masalah gangguan berkemih akibat saraf tidak boleh dianggap remeh atau dibiarkan menurunkan produktivitas harian. Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menegaskan bahwa fokus utama dari adopsi teknologi medis tercanggih ini memang ditujukan agar masyarakat Indonesia bisa kembali aktif dan bahagia tanpa perlu repot pergi berobat jauh ke luar negeri.
Keberhasilan prosedur SNM pertama di Indonesia ini memberikan secercah harapan baru bagi para pejuang gangguan saraf panggul dan berkemih. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua masalah inkontinensia (kesulitan menahan buang air kecil) disebabkan oleh kerusakan saraf sakral.