Menurut Prof. Zubairi, langkah terpenting adalah memastikan diagnosis secara akurat sebelum menentukan pengobatan.

Tanpa mengetahui penyebab secara pasti, terapi yang diberikan berisiko tidak efektif dalam jangka panjang.

“Yang penting perlu dipastikan dulu penyakitnya apa. Pertama, benar tidak jamur. Kedua, apakah ada tambahan penyakit lain,” ujarnya.

Kabar baiknya, Prof. Zubairi memastikan bahwa berbagai kondisi ini pada dasarnya bisa diobati dengan hasil yang baik jika ditangani dengan tepat dan menyeluruh.

“Semuanya itu sekarang bisa diobati dengan kesembuhan yang bagus,” katanya.

Selain aspek medis, lanjut Prof. Zubairi, faktor hubungan dengan pasangan juga memegang peran penting dalam proses penyembuhan.

Menurutnya, keterbukaan antara suami dan istri menjadi kunci untuk mencegah penularan ulang yang bisa memperparah kondisi.

“Suami istri itu harus terbuka. Tanyakan pada suami mengenai hubungan seksual di luar. Kalau masih ada risiko, maka setiap hubungan harus memakai kondom,” pungkas Prof. Zubairi.

Baca Juga: Kasus Campak Melonjak, Dokter Soroti Ancaman Gerakan Anti-Vaksin di Indonesia