Deon Montasser, Sales Director of Equinix Indonesia, membagikan pandangannya terkait makna kepemimpinan di tengah era digital yang bergerak cepat. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menyampaikan (komunikasi), memiliki kesadaran situasional (empati), memiliki ketegasan, serta mampu memberdayakan anggotanya.
Di lingkungan digital yang bergerak cepat, seorang pemimpin harus mampu:
- Memberikan arahan yang jelas di tengah ketidakpastian;
- Mendorong eksperimen dan pembelajaran berkelanjutan;
- Membangun kepercayaan dengan memberi ruang bagi tim untuk mandiri;
- Berpegang pada tujuan, memahami alasan di balik setiap tindakan.
Baca Juga: Direktur BCA Bicara Soal Tipe-Tipe Pemimpin
“Bagi saya, kepemimpinan bukan lagi tentang kontrol, melainkan tentang memberdayakan orang-orang agar dapat memberikan kinerja terbaik,” ujarnya kepada redaksi Olenka beberapa waktu lalu, dikutip Kamis (15/1/2026).
Dengan perubahan yang terus-menerus terjadi, pemimpin juga dituntut mampu menyampaikan perubahan dengan jelas dan tegas. Menurut peraih predikat Doktor dari Universitas Indonesia (UI) dalam bidang Manajemen Strategi ini, gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada pertumbuhan adalah yang paling efektif.
“Pemimpin terbaik adalah mereka yang menciptakan lingkungan di mana tim dapat bergerak cepat, belajar cepat, dan mengeksekusi dengan percaya diri,” tegasnya.
Dalam praktiknya, mantan petinggi di Google Indonesia ini berfokus pada tiga prinsip, yakni:
- Prioritas yang jelas: Memastikan setiap anggota tim tahu apa yang paling penting;
- Komunikasi rutin: Check-in singkat dan sering membantu menjaga keselarasan; serta
- Agilitas dan ketangguhan: Mendorong fleksibilitas, eksperimen, dan kepercayaan diri untuk beradaptasi.
Ketika lingkungan berubah, kejelasan dan komunikasi adalah hal yang menjaga tim tetap solid.
Skill Set Wajib bagi Generasi Muda
Deon Montasser juga menjelaskan sedikitnya tiga skill yang paling penting dimiliki oleh generasi muda. Pertama, literasi digital. Di tengah perkembangan teknologi digital yang makin masif, kemampuan memahami cloud, AI, data, dan bagaimana teknologi membentuk bisnis akan sangat bermanfaat.
Selain itu, generasi muda harus punya kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Kemampuan tersebut mencakup keahlian menganalisis isu, mengajukan pertanyaan yang tepat, serta menyusun solusi yang terstruktur. Ketiga adalah adaptabilitas dan komunikasi: belajar dengan cepat, berkolaborasi secara global, dan menyampaikan ide dengan jelas.
“Keterampilan-keterampilan ini membantu generasi muda berkembang di era ekonomi digital yang multi-cloud, digerakkan oleh AI,” tandasnya.