1. Mengandung Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi penting dalam smoothie pagi karena memiliki efek termik paling tinggi dibandingkan karbohidrat dan lemak. Artinya, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencerna dan mengolah protein, sehingga dapat membantu mendukung pembakaran kalori. Selain itu, protein juga membuat perut kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi rasa lapar di antara waktu makan.

Menurut ahli gizi Amanda Sauceda, seperti dikutip dari laman Eating Well, asupan protein yang kurang dapat membuat tubuh mudah lelah, cepat lapar, dan kembali merasa lapar tidak lama setelah makan. Protein juga berperan menjaga massa otot, yang penting untuk mempertahankan laju metabolisme basal atau jumlah kalori yang dibakar tubuh saat beristirahat.

Hal ini didukung oleh tinjauan sistematis dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle (2022) yang menunjukkan bahwa asupan protein yang cukup membantu menjaga massa dan fungsi otot pada orang dewasa sehat. 

Para ahli pun merekomendasikan konsumsi sekitar 25–35 gram protein setiap kali makan untuk mendukung metabolisme, yang bisa diperoleh dari kombinasi susu, yogurt Yunani, dan selai kacang.

Baca Juga: Pagi atau Sore, Kapan Waktu Terbaik Olahraga untuk Menjaga Kesehatan Jantung?

  1. Kaya Akan Serat

Selain protein, smoothie yang baik juga sebaiknya kaya akan serat. Menurut ahli gizi, serat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga kadar gula darah tetap lebih stabil dan tubuh terhindar dari lonjakan maupun penurunan energi setelah makan. 

Serat juga membuat kenyang lebih lama serta mendukung kesehatan mikrobioma usus, yang berkaitan dengan metabolisme yang lebih baik.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kamu bisa menambahkan bahan-bahan tinggi serat seperti buah beri, biji chia, biji rami, alpukat, atau sayuran hijau ke dalam smoothie. Para ahli menyarankan konsumsi sekitar 8 gram serat setiap kali makan atau 25–30 gram per hari.