Kebutuhan di rumah yang terus berubah maupun kebiasaan sehari-hari anggota keluarga membentuk cara memanfaatkan fungsi rumah. Hal ini menjadi fokus percakapan IKEA Indonesia dan Wonderwhy SEA melalui Clean Sleeper, tema yang melihat hubungan antara kebiasaan masyarakat Asia Tenggara, kehidupan di rumah, dan waktu untuk beristirahat. 

Pada kesempatan ini, IKEA membawa pengamatan dari IKEA Home Visit dan Life at Home, sementara Wonderwhy membahas perspektif kebiasaan dan konteks budaya Asia Tenggara.

Bagi IKEA, rumah yang mendukung kehidupan sehari-hari bukan berarti rumah yang memiliki lebih sedikit barang. IKEA melihat bahwa barang yang disimpan sering kali memiliki fungsi, cerita, atau nilai personal bagi pemiliknya.

“Kami selalu mulai mendesain dari cara orang menjalani hari-harinya di rumah. Ketika sebuah barang tetap disimpan meski jarang digunakan, kami ingin tahu apa yang membuat barang itu penting bagi pemiliknya. Dari sana, kami bisa melihat kebutuhan penyimpanan yang lebih relevan untuk masyarakat,” ujar Ardan Hanafi, Country Home Furnishing & Retail Design Manager IKEA Indonesia seperti dikutip dari rilis yang diterima, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Gandeng Pemkot Tangerang, IKEA Indonesia Hadirkan Program Teras Indonesia untuk Perluas Akses Pasar UMKM di Pasar Ritel Modern

Pengamatan tersebut terlihat dalam berbagai cara keluarga menggunakan kamar tidur. Sebagai contoh, sebagian rumah yang dikunjungi IKEA, anak mulai memiliki kamar sendiri sejak usia sekitar lima tahun, tetapi ruang tersebut tidak selalu digunakan untuk tidur.