Growthmates, kebiasaan berangkat kerja setiap hari sering dianggap sekadar rutinitas. Padahal, tanpa disadari, perjalanan menuju kantor bisa memengaruhi suasana hati, cara berinteraksi dengan rekan kerja, hingga kualitas pekerjaan sepanjang hari.

Kemacetan, pengemudi yang agresif, pengereman mendadak, hingga proyek perbaikan jalan ternyata meninggalkan efek yang lebih besar daripada sekadar rasa lelah.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Psychology mengungkap bahwa perjalanan menuju tempat kerja yang penuh tekanan dapat menurunkan kinerja karyawan.

Menariknya, para peneliti juga menemukan solusi sederhana yang dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Jake Gale, asisten profesor manajemen di Kelley School of Business, Indianapolis, menunjukkan bahwa stres akibat perjalanan tidak berhenti ketika seseorang tiba di kantor. Sebaliknya, emosi negatif yang muncul selama perjalanan ikut terbawa hingga jam kerja dimulai.

Dalam studi berjudul From Road to Rage: Why Commute Demands are Associated with Interpersonal Counterproductive Work Behaviours (and What to Do About It), tim peneliti menemukan bahwa tekanan selama perjalanan memunculkan kondisi yang mereka sebut sebagai state irritability atau rasa mudah marah yang bertahan sementara.

Berbeda dengan kemarahan yang memiliki penyebab jelas, rasa mudah marah ini sering kali muncul tanpa disadari. Akibatnya, seseorang cenderung melampiaskan frustrasi tersebut kepada orang-orang di sekitarnya tanpa mengetahui sumber emosinya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa karyawan yang mengalami stres tinggi selama perjalanan lebih berisiko menunjukkan perilaku kontraproduktif di tempat kerja. Mereka lebih mudah membentak rekan kerja, memberikan respons negatif, atau menjadi kurang sabar dalam berinteraksi.

Untuk membuktikan temuan tersebut, para peneliti mengamati lebih dari 80 karyawan penuh waktu selama 15 hari.

Para peserta diminta mengisi survei sebelum dan setelah bekerja setiap hari sehingga peneliti dapat melihat hubungan langsung antara pengalaman selama perjalanan, perubahan suasana hati, dan perilaku di lingkungan kerja.

"Saya tidak ingin penelitian ini hanya mengatakan, 'Ya, perjalanan pulang pergi membuat Anda marah dan inilah alasannya.' Saya ingin menemukan cara untuk mencegah hal ini terjadi," tutur Jake Gale, dikutip dari Times of India, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: 8 Kota di Dunia dengan Tingkat Stres Tertinggi dan Faktor Pemicunya

Kabar baiknya, solusi yang ditemukan ternyata sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar.

Para peneliti menemukan bahwa mendengarkan musik yang menenangkan sebelum memulai perjalanan atau sebelum mulai bekerja mampu mengurangi efek negatif dari stres perjalanan.

Mereka mendapati bahwa peserta yang meluangkan waktu beberapa menit untuk mendengarkan musik dengan tempo lembut memiliki suasana hati yang lebih positif saat memulai aktivitas di kantor.

Musik membantu memutus efek emosional yang terbawa dari perjalanan sehingga rasa mudah marah menjadi berkurang.

"Pada hari-hari ketika mereka mendengarkan apa yang saya sebut sebagai musik lift, hal itu membantu mengurangi beberapa rasa jengkel yang dialami orang-orang," kata Jake.

Menurut tim peneliti, musik yang menenangkan membantu tubuh dan pikiran melakukan "reset" setelah menghadapi perjalanan yang melelahkan.

Cara sederhana ini mampu menurunkan intensitas emosi negatif yang masih tersisa sebelum seseorang mulai bekerja.

"Menambahkan elemen mendengarkan musik terasa seperti upaya coba-coba. Penelitian membuktikan bahwa hal seperti ini seharusnya berhasil, tetapi kami terkejut betapa kuatnya efek mendengarkan musik yang menenangkan dalam meningkatkan hasil," tulis para peneliti.

Nah Growthmates, temuan ini menunjukkan bahwa menjaga performa kerja tidak hanya dimulai saat duduk di depan meja kantor. Rutinitas kecil sebelum bekerja, termasuk cara mengelola stres selama perjalanan, ternyata memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas, hubungan dengan rekan kerja, dan kualitas pekerjaan sepanjang hari.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: 3 Cara Mengelola Stres dan Tetap Tenang ala CEO Google