Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan dalam kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. 

Prabowo diminta turun langsung menangani perkara ini, sebab kasus Febrie bukan kasus hukum biasa, kasus ini melibatkan dua lembaga penegak hukum Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung), dimana kedua lembaga itu tampak berseteru karena kasus ini. 

Baca Juga: Ketidakjelasan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Runtuhkan Keagungan Hukum RI

"Maka menurut saya di situlah peran Presiden untuk mengambil langkah-langkah yang konkret ya, bukan berarti mengintervensi jalannya penegakan hukum," kata Abraham Samad dilansir Jumat (24/7/2026). 

Keterlibatan Prabowo menyelesaikan perseteruan antar lembaga itu kata Abraham Samad sangat penting, hal ini pernah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam perseteruan  antara Polri melawan KPK atau yang lebih dikenal dengan kasus Cicak vs Buaya. 

Abraham Samad lantas menceritakan secara terperinci bagaimana Presiden SBY mengambil posisi sebagai penengah dalam menuntaskan perseteruan itu. SBY kata dia ketika itu mempertemukan seluruh pihak yang bertikai baik dari KPK  diwakili oleh dirinya yang menjabat Ketua KPK,Polri diwakili Kapolri saat itu yang dijabat Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief. 

“Pada saat itu apa yang dilakukan SBY lewat Pak Sudi Silalahi (Mensesneg), dia menelepon saya. Ketika dia telepon, dia bilang, 'Pak Abraham, apa Pak Abraham tidak keberatan kalau kita mengundang ke istana untuk membicarakan masalah ini agar tidak terjadi gesekan?'” kata dia. 

Abraham Samad melanjutkan, pertemuan itu dipimpin langsung SBY, perdebatan panas antara ketiga kubu tak terelakan, namun SBY kemudian memutuskan  agar kasus dugaan korupsi Korlantas Polri tetap diusut oleh KPK dengan melaporkan progres harian kepada publik.

Saat itu SBY langsung meminta agar apa yang terjadi dalam rapat itu bisa diketahui publik dengan menggelar konferensi pers didampingi Kapolri Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Baca Juga: Sampai Bawa-bawa Dokter Singapura, Ini Alasan Hotman Paris Ogah Bela Febrie Adriansyah Lagi

 "Pak SBY selesai rapat ini kita harus menyampaikan kepada publik apa yang terjadi agar supaya tidak ada kecurigaan di balik rapat ini," pungkasnya.