Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyebut kondisi YTR korban penyekapan dan penyiksaan brutal Taufik Hidayat mulai menunjukan tanda-tanda pemulihan fisik yang signifikan, bahkan pemulihan mental korban juga menunjukkan perkembangan positif .
"Untuk lukanya saat ini memang sudah perbaikan. Keadaan psikisnya juga sudah membaik. Yang bersangkutan sudah bisa mengobrol, bisa makan, dan juga sudah bisa duduk. Untuk berkomunikasi, kebetulan bicaranya masih sedikit-sedikit karena memang ini masih dalam masa pemulihan,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr Fitra Hergyana dilansir Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Penyekapan Brutal di Bandung, Prabowo Soroti Hukuman Taufik Hidayat
Saat ini pihak RSHS belum memutuskan untuk melakukan operasi lanjutan sebab fokus utama mereka masih pada pemulihan fisik luar serta upaya peningkatan kondisi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi dan pemulihan psikologis.
"Belum operasi saat ini. Kemarin baru dilakukan pembersihan luka. Saat ini yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum, kecukupan gizi, dan juga memulihkan keadaan psikisnya," ucap dr Fitra.
Lantaran masih fokus pada pemenuhan gizi dan psikologis, pihak RSHS belum bisa menjadwalkan penanganan lanjutan. Tindakan lanjutan seperti operasi baru dilakukan setelah kondisi korban dipastikan benar-benar dalam keadaan stabil.
"Rencana operasi tadi melihat keadaan umumnya dahulu. Kita pulihkan sampai pasien betul-betul sehat. Untuk estimasi waktu, kami belum bisa pastikan berapa lama, tetapi fokus terdekat adalah pemulihan keadaan umum, psikis, dan gizinya,"
Untuk menangani kondisi mengenaskan yang dialami YTR, pihak RSHS membentuk tim dokter multidisiplin yang terdiri atas berbagai spesialis. Langkah ini dilakukan berdasarkan arahan Direktur Utama RSHS Bandung, dr Rachim Dinata Marsidi.
Tim tersebut akan menangani seluruh aspek kesehatan pasien secara terintegrasi, mulai dari kondisi fisik, fungsi penglihatan, hingga kebutuhan nutrisi dan pemulihan mental.
Baca Juga: Tabiat Taufik Hidayat Dibongkar Sang Ayah: Saya Dianiaya,Kepala Dipukul Pakai Kayu
“Pendekatan multidisiplin diperlukan mengingat kompleksitas cedera yang dialami pasien. Dengan keterlibatan berbagai dokter spesialis, setiap tahapan perawatan dapat dilakukan secara terukur dan berkesinambungan,” pungkasnya.