Selain memperhatikan kondisi selama lomba, Donny mengingatkan peserta agar mempersiapkan diri sejak beberapa hari sebelum perlombaan. Pelari disarankan tidak mencoba sepatu, pakaian, atau perlengkapan baru pada hari lomba. Sebaliknya, gunakan perlengkapan yang sudah terbukti nyaman selama latihan.
“Yang pertama, sebelum race, jangan mencoba sesuatu yang baru di hari perlombaan. Jangan mencoba sepatu baru atau gear baru. Pakailah semua yang sudah terbukti nyaman,” ujarnya.
Istirahat yang cukup juga menjadi bagian penting dari persiapan. Donny menyarankan peserta memastikan kebutuhan tidur terpenuhi, terutama dua hari sebelum lomba. Perlengkapan sebaiknya disiapkan sejak malam sebelumnya agar peserta tidak terburu-buru pada pagi hari.
Saat berlari, peserta dianjurkan memulai dengan kecepatan yang sesuai kemampuan dan tidak langsung memacu diri demi mengejar target. Jika kondisi tubuh masih baik, kecepatan dapat ditingkatkan secara bertahap.
“Untuk pelari, mulailah dengan pace yang nyaman. Jangan terlalu kencang di awal untuk mengejar target. Kalau kondisi sudah oke, mungkin baru bisa menaikkan pace,” kata Donny.
Setelah mencapai garis finis, peserta juga perlu memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri. Berjalan ringan, melakukan pendinginan dan peregangan, mengganti cairan yang hilang, serta beristirahat menjadi bagian penting dari pemulihan. Pelari sebaiknya tidak langsung kembali menjalani latihan intensif sebelum tubuh cukup pulih.
Donny turut mengapresiasi peningkatan jumlah peserta JRF dari tahun ke tahun. Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari dan ajang lari berskala besar.
Ia menyebut jumlah peserta yang pada tahun sebelumnya mendekati 27.000 orang meningkat menjadi sekitar 37.000 peserta pada 2026.
“Pertumbuhannya luar biasa. Saya ingin berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan para runners,” ujarnya.
Bagi Donny, pertumbuhan tersebut juga menjadi peluang untuk mengajak lebih banyak masyarakat memulai gaya hidup aktif. JRF tidak hanya menjadi tempat bagi pelari untuk mengejar catatan waktu atau memecahkan rekor pribadi, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan berolahraga dan bergabung dengan komunitas yang positif.
Ia pun mengingatkan bahwa upaya melampaui batas kemampuan harus dimulai dengan memahami kondisi tubuh sendiri, termasuk kecukupan istirahat dan kesiapan fisik. Target baru memang dapat menjadi motivasi, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
Baca Juga: myBCA Jakarta Running Festival 2026 Segera Digelar: Bakal Diikuti 37 Ribu+ Pelari dari 48 Negara