myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026 kembali digelar pada 22–25 Oktober 2026. Ajang lari ini membawa skala yang lebih besar dengan melibatkan lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional.

Tahun ini, JRF juga mencatat pencapaian baru setelah myBCA Jakarta Half Marathon meraih World Athletics Gold Label, yang disebut menjadi label pertama untuk kategori road race di Indonesia. Sementara itu, Hydroplus Marathon memperoleh World Athletics Road Race Label.

Pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara meningkatkan standar kompetisi sekaligus pengalaman peserta. Salah satu pengembangan yang dihadirkan di lintasan adalah Blue Line, garis panduan yang membantu pelari mengikuti jalur terpendek sepanjang rute lomba.

Baca Juga: Hampir 8.000 Pelari Meriahkan ISOPLUS Run 2026 dengan Pengalaman Baru Lari di Tengah Kota Jakarta!

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers myBCA Jakarta Running Festival 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026).

JRF 2026 menghadirkan empat kategori lomba, yakni Hydroplus Marathon, myBCA Jakarta Half Marathon, Le Minerale 10K, dan Samsung Galaxy 5K.

Selain peserta dari dalam negeri, jumlah pelari dari Malaysia dan Singapura juga disebut meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Penyelenggara menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat komunitas lari regional terhadap JRF sekaligus Jakarta sebagai destinasi olahraga.

Tahun ini, JRF juga menghadirkan international elite field yang diisi pelari dengan pengalaman di kompetisi tingkat dunia, termasuk atlet yang memiliki rekam jejak podium World Marathon Major, peraih medali Olimpiade, serta juara dunia.

Kehadiran atlet internasional tersebut turut membuka kesempatan bagi pelari Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi dengan standar yang lebih tinggi tanpa harus selalu mengikuti perlombaan di luar negeri.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyelenggaraan JRF 2026 dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan atlet nasional.

“Tentunya berdasarkan pengalaman dan evaluasi dari tahun lalu, pelaksanaan JRF tahun ini akan lebih kuat,” ungkap Luhut.

Jakarta Ikut Jadi Bagian dari Festival

JRF 2026 tidak hanya menghadirkan perlombaan lari. Selama race weekend, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai aktivitas yang tersebar di ruang publik Jakarta, mulai dari zona sorak hingga JRF Expo.

Pemerintah Provinsi Jakarta turut mendukung penyelenggaraan melalui koordinasi mobilitas, pengaturan lalu lintas, transportasi publik, keamanan, keselamatan, serta pemanfaatan ruang publik.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta menyambut penyelenggaraan JRF sebagai bagian dari pengembangan kota sebagai pusat kegiatan olahraga dan sport tourism.

“Jakarta sebagai episentrum event dan sport tourism, tentunya menyambut baik dan gembira sekali acara Jakarta Running Festival 2026. Kami bersyukur sekali acara ini tetap diadakan di Jakarta. Oleh karena itu, kami memberikan totalitas support, mulai dari persiapan tempat dan rute untuk lari, kemudian berbagai hal lainnya. Dalam kesempatan ini, saya juga mengumumkan bahwa transportasi yang dikelola Jakarta akan menjadi nol rupiah pada saat itu. Ini akan pertama kali yang namanya MRT, TransJakarta, TransJabodetabek, dan LRT akan gratis selama pelaksanaan JRF,” ujar Pramono.

Baca Juga: Olahraga Lari Makin Ngetren, Lazada dan adidas Luncurkan ZENBOOST Eksklusif di Asia Tenggara

Dukungan tersebut juga diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi aktivitas ekonomi kota, termasuk sektor perhotelan, transportasi, UMKM, dan kuliner.

Di sisi lain, JRF Expo kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Lebih dari 130 brand lokal dan internasional dijadwalkan hadir dalam expo yang terbuka untuk masyarakat umum.

Tidak hanya menjadi lokasi pengambilan race kit, JRF Expo juga menghadirkan berbagai aktivitas olahraga, gaya hidup, komunitas, dan pengalaman brand.

Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, mengatakan JRF memang dirancang bukan hanya untuk pelari.

“myBCA Jakarta Running Festival 2026 bukan hanya milik pelari, tapi juga untuk warga Jakarta. Kalau lomba larinya adalah pesta untuk para pelari, sementara itu JRF Expo-nya ini kita sebut pesta untuk warga Jakarta,” kata Dickie.

Menurut Dickie, JRF dibangun melalui tiga pilar utama, yakni pengalaman lomba, festival kota, serta keterhubungan dengan komunitas lari regional.

“Kalau tadi sudah kita bicara mengenai berbagai standar dan peningkatan yang dibawa JRF tahun ini, yang paling penting adalah bagaimana semua itu akhirnya dirasakan langsung oleh para pelari. Jadi, bukan hanya soal mendapatkan pengakuan dari World Athletics, tetapi bagaimana standar tersebut kami terjemahkan menjadi race experience yang lebih baik. Mulai dari race yang semakin kompetitif dengan hadirnya international elite field, rute yang semakin terukur dengan adanya Blue Line, sampai operasional dan kenyamanan peserta yang terus kami improve,” ungkap Dickie.

Dengan jumlah peserta yang semakin besar, keterlibatan komunitas dari berbagai negara, serta dukungan pemerintah dan pelaku usaha, JRF 2026 diposisikan tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bagian dari agenda olahraga dan kehidupan kota Jakarta.