Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli ikut merespons pernyataan terbaru Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) soal agenda Pemilu 2029.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan dukungan dua periode Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sementara terkini, mantan Walikota Solo menyebut jika Pemilu 2029 masih lama.

Menurut Guntur Romli, pernyataan terbaru Jokowi perihal paket Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 terkesan mulai dingin.

"Dulu tegas bela Prabowo-Gibran dua periode, sekarang Pak Jokowi kok bilang pemilu masih jauh. Apa Pak Jokowi kecewa pada Presiden Prabowo?," katanya kepada wartawan, seperti dikutip Minggu (11/10/2026).

Lanjutnya, ia menilai saat ini Jokowi kembali mempertontonkan penyakit lama yakni tidak bisa dipercaya ucapannya.

Baca Juga: MK Bilang Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Jokowi Langsung Ngomong Panjang Lebar Soal Sistem Pendidikan Luar Negeri

Baca Juga: Orang-Orang Ini Beberkan Rekam Jejak Pendidikan Wapres: Pokoknya Gibran S1

"Omongannya yang tak bisa dipegang. Januari 2026 dengan penuh semangat ia menyuarakan dukungan Prabowo Gibran dua periode, tapi delapan bulan kemudian nadanya mendadak dingin. Pemilu masih jauh," sambungnya.

Terkait itu, ia juga menilai perubahan pernyataan Jokowi soal dukungan Prabowo-Gibran, merupakan sinyal kekecewaan terhadap Prabowo.

"Polemik ijazah Pak Jokowi, gugatan juga ijazah SMA Gibran terus dipersoalkan publik, dan Pak Jokowi disebut-sebut merasa Presiden Prabowo membiarkannya bergulir tanpa pembelaan," ujarnya.

"Kalau ijazahnya asli kan tinggal tunjukkan saja secara terbuka ke publik, selesai perkara. Bukan malah berbelit, melapor ke polisi, dan membiarkan kecurigaan terus membesar. Lalu ketika api itu tak terkendali yang disalahkan malah orang lain. Inilah wajah politik Pak Jokowi bergerak mengikuti kepentingan bukan prinsip," tegasnya.