Donald Trump telah lama dikenal sebagai salah satu konglomerat ternama di Amerika Serikat, jauh sebelum menjabat sebagai Presiden AS sebanyak dua kali. Melalui berbagai lini usaha yang dibangunnya selama puluhan tahun, Trump berhasil membangun bisnis yang menjangkau sektor properti, perhotelan, hiburan, hingga investasi finansial berskala global.

Tulang punggung kekayaan Donald Trump bertumpu pada bisnis properti seperti Trump Tower di New York, Trump International Hotel dan Tower di Chicago menjadi ikon bisnisnya, sehingga dirinya telah lama dikenal sebagai taipan properti.

Baca Juga: Mengenal Eric Trump, Putra Donald Trump yang Disebut-sebut Prabowo dalam Insiden Mikrofon Bocor di KTT Gaza

Dikutip dari berbagai sumber, Trump memanfaatkan cadangan minyak Venezuela setelah merebut kekuasaan dari Presiden Nicolás Maduro. Trump juga mengatakan AS akan "mengelola" negara itu hingga transisi yang 'aman'. 

Ekspansi bisnis Trump juga menjangkau pasar internasional, termasuk Indonesia. Dilansir dari Detikproperti bahwa Trump Organization melakukan proyek berupa hunian, resort, hotel, dan lapangan golf bernama Trump Residences Indonesia yang berlokasi di Lido dan Bali. Aset properti ini merupakan kerjasama PT MNC Land Tbk (KPIG) milik Hary Tanoesoedibjo.

Baca Juga: Peluang Indonesia sebagai Intermediary Country Berkat Tarif Trump

Di luar sektor properti, Trump tercatat pernah merambah berbagai lini bisnis lain dengan menjalankan usaha transportasi melalui Trump Shuttle, mengembangkan bisnis pendidikan nonformal (Trump University), dan memasarkan produk makanan premium seperti Trump Steaks. Meski sebagian dari usaha tersebut tidak beroperasi dalam jangka panjang, langkah ini menunjukkan upaya bisnis Trump ke berbagai sektor konsumen dan jasa.

Selain melakukan bisnis, Trump juga melakukan Investasi Finansial, bahwa kekayaannya lewat investasi saham di berbagai perusahaan besar, seperti Apple, Johnson & Johnson, Microsoft, dan dikabarkan memiliki setidaknya US$78 juta atau sekitar Rp1,2 miliar yang diinvestasikan ke dalam berbagai aset, seperti saham, reksa dana, obligasi, dan ekuitas swasta, dana investasi, dan dana lindung nilai.