PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026. Perubahan struktur kepemimpinan perusahaan pelat merah tersebut menjadi sorotan karena dinilai berkaitan erat dengan strategi ekspansi bisnis jalan tol nasional serta transformasi layanan transportasi di Indonesia.
Perubahan susunan direksi dilakukan di tengah tantangan industri infrastruktur yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas layanan jalan tol, percepatan pembangunan konektivitas nasional, hingga penguatan transformasi digital perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan dan sejumlah laporan media nasional, Jasa Marga mempertahankan beberapa nama lama sekaligus menghadirkan wajah baru di posisi strategis.
Susunan Direksi dan Komisaris Jasa Marga 2026
Hasil RUPST menetapkan susunan direksi dan dewan komisaris terbaru PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Juri Ardiantoro
Komisaris: Syamsul Bachri Yusuf
Komisaris: Asrorun Ni’am Sholeh
Komisaris Independen: Nachrowi Ramli
Komisaris Independen: Tedi Kurniawan
Komisaris Independen: Rudi Antariksawan
Komisaris: Nurul Ghufron
Baca Juga: Mudik Lebaran, Jasa Marga Catat 255.634 Kendaraan Tinggalkan Jakarta dalam Dua Hari
Direksi
Direktur Utama: Rivan A. Purwantono
Wakil Direktur Utama: Andry Tanudjaja
Direktur Bisnis: Reza Febriano
Direktur Human Capital dan Transformasi: Yoga Tri Anggoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Pramitha Wulanjani
Direktur Operasi: Fitri Wiyanti
Direktur Layanan: Yaya Ruhiya
Direktur Pengembangan Usaha: Ari Respati
Perubahan ini sekaligus menunjukkan penguatan fungsi layanan dan pengembangan usaha yang kini dipisahkan menjadi direktorat tersendiri. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengguna jalan tol sekaligus memperluas potensi bisnis non-tol.
Fokus Baru pada Transformasi dan Layanan
Perubahan nomenklatur jabatan direksi menjadi salah satu poin penting dalam restrukturisasi kali ini. Posisi Direktur Operasi dan Layanan kini dipisahkan menjadi Direktur Operasi serta Direktur Layanan.
Keputusan tersebut dinilai mencerminkan fokus baru perusahaan terhadap pengalaman pengguna jalan tol. Dalam beberapa tahun terakhir, isu pelayanan seperti kemacetan di gerbang tol, sistem transaksi elektronik, hingga kualitas rest area menjadi perhatian publik. Dengan hadirnya direktorat layanan secara khusus, Jasa Marga diproyeksikan akan lebih agresif dalam memperkuat pelayanan berbasis teknologi dan efisiensi operasional.
Selain itu, penunjukan Ari Respati sebagai Direktur Pengembangan Usaha menunjukkan ambisi perusahaan untuk memperluas lini bisnis. Tidak hanya mengandalkan pendapatan tarif tol, Jasa Marga juga mulai mengembangkan potensi bisnis kawasan, properti, dan infrastruktur pendukung jalan tol.
RUPST Tetapkan Dividen Rp1,1 Triliun
Selain merombak jajaran manajemen, RUPST 2026 juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham. Nilai tersebut setara dengan sekitar 31 persen dari laba bersih perusahaan pada tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen itu menunjukkan bahwa PT Jasa Marga (Persero) Tbk masih mampu mencatatkan kinerja keuangan positif di tengah tantangan tingginya biaya operasional dan pembiayaan proyek infrastruktur.
Kinerja tersebut juga menjadi sinyal bahwa sektor jalan tol masih memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan, terutama seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas antardaerah di Indonesia.
Meski melakukan restrukturisasi manajemen, jajaran direksi baru Jasa Marga tetap menghadapi sejumlah tantangan besar pada 2026. Salah satunya ialah menjaga keseimbangan antara ekspansi pembangunan jalan tol dengan kemampuan finansial perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan juga dituntut menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Digitalisasi sistem pembayaran, integrasi data lalu lintas, hingga pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan diperkirakan menjadi fokus utama perusahaan ke depan.
Tantangan lainnya datang dari tingginya ekspektasi publik terhadap kualitas infrastruktur nasional. Sebagai BUMN yang mengelola sebagian besar jaringan jalan tol di Indonesia, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berada dalam sorotan masyarakat terkait kualitas layanan maupun efektivitas pembangunan jalan tol baru.