Pengamat politik Hendri Satrio menilai Presiden Prabowo Subianto tidak bakal kembali menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden untuk Pilpres 2029 mendatang.  

Ketimbang mengajak Gibran sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden petahana, Prabowo disebut-sebut lebih tertarik menggandeng tokoh dari internal Partai Gerindra atau tokoh non partai yang dinilai loyal terhadapnya. Prabowo disebut membidik tokoh-tokoh tersebut untuk memperbaiki kinerja pemerintah pada periode keduanya jika ia kembali terpilih pada Pilpres 2029 mendatang. 

Baca Juga: Gibran Mingkem Soal Gugatan Denny Indrayana: Nggak Level Layani Tersangka Korupsi!

"Menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri, Gerindra atau tokoh non partai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja," kata HEndri Satrio dalam keterangan dilansir Senin  (14/9/2026).

Hensat sapaan Hendri Satrio mengatakan, Prabowo saat ini lebih membutuhkan figur yang dapat diajak bekerja sama serta mampu menjaga stabilitas pemerintahan, bukan sosok yang di kemudian hari justru menjadi pesaing beratnya. 

Salah satu tokoh nonpartai yang dinilai pas buat mendampingi Prabowo adalah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menurutnya hal ini menjadi sangat logis sebab hingga saat ini Prabowo tak kunjung mengganti yang bersangkutan dari jabatan yang ia emban sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo dan ini bisa jadi alasan kuat mengapa Listyo Sigit tidak tergantikan sebagai Kapolri saat ini," ucapnya.

Tak hanya Listyo, nama lain dari yang dinilai pantas mendampingi Prabowo adalah  Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang kerap dipuji Prabowo karena berbagai capain yang telah ditorehkannya. 

Sementara untuk nama-nama dari internal Gerindra, Hensat membeberkan sejumlah figur seperti Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

"Kenapa saya sebut Gerindra? Karena Prabowo saya yakin akan membesarkan Gerindra untuk bertarung lebih jauh di 2034. Kalau sampai dia pilih tokoh dari partai lain, dia artinya membesarkan partai lain," ujar Hensat.

Selain nama-nama yang disebut tadi, salah satu kader Gerindra  yang disebut punya peluang paling besar maju bareng Prabowo adalah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang disebut telah punya modal politik yang sangat kuat berupa basis massa dan pendukung militan yang tidak hanya berada di Jawa Barat tetapi tersebar ke berbagai daerah lain di Indonesia.  

Baca Juga: Plek Ketiplek Niru Bapaknya! Permintaan Maaf Gibran ke Korban Keracunan MBG Dinilai Punya Nilai Politik Strategis

"Saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra. Karena jika memilih dari partai lain sama saja dia membesarkan partai orang lain yang nanti jika terpilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai," pungkasnya.