4. Menunda skrining kanker karena merasa sehat

Banyak jenis kanker berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Ketika keluhan mulai muncul, penyakit sering kali sudah berada pada stadium yang lebih lanjut.

Karena usia merupakan salah satu faktor risiko terbesar, pemeriksaan kanker secara berkala menjadi semakin penting setelah usia 50 tahun.

"Pedoman medis menyatakan bahwa skrining kanker harus dianggap sebagai janji temu yang tidak bisa ditawar," kata Dr. Srinivasa.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan kanker kolorektal, mammografi, skrining kanker serviks, atau evaluasi kanker prostat sesuai usia, riwayat keluarga, dan faktor risiko masing-masing.

5. Menganggap tubuh masih mampu memproses alkohol seperti saat muda

Banyak orang merasa efek alkohol semakin berat seiring bertambahnya usia, dan hal tersebut memang memiliki penjelasan ilmiah.

Dengan bertambahnya usia, kadar air dalam tubuh menurun sementara persentase lemak meningkat. Akibatnya, kadar alkohol dalam darah menjadi lebih tinggi meski jumlah yang dikonsumsi sama.

Selain itu, fungsi hati juga melambat sehingga alkohol bertahan lebih lama di dalam tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah, mengganggu kualitas tidur, memperburuk penyakit hati berlemak, serta berinteraksi dengan berbagai obat yang umum dikonsumsi setelah usia 50 tahun.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengevaluasi kembali frekuensi maupun alasan mengonsumsi minuman beralkohol.

6. Menganggap kurang tidur sebagai hal yang wajar

Banyak orang percaya bahwa semakin tua seseorang, semakin sedikit kebutuhan tidurnya. Padahal, meski pola tidur berubah seiring usia, insomnia berkepanjangan, sering terbangun di malam hari, atau merasa lelah sepanjang hari bukanlah kondisi normal.

Tidur yang berkualitas berperan penting dalam memperbaiki sel, membersihkan limbah metabolisme di otak, menjaga sistem kekebalan tubuh, mengontrol gula darah, hingga mengurangi risiko penyakit jantung.

"Orang dewasa tidak boleh menerima kurang tidur sebagai sesuatu yang normal. Bila mengalami kelelahan kronis atau gangguan tidur berkepanjangan, sebaiknya segera menjalani evaluasi medis,” ungkap Dr. Srinivasa.

7. Merasa sehat sehingga enggan memeriksa tekanan darah, gula, dan kolesterol

Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, maupun diabetes sering kali berkembang tanpa gejala. Seseorang bisa merasa sehat, padahal kerusakan pada pembuluh darah, ginjal, mata, atau jantung sudah mulai terjadi.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala menjadi salah satu investasi terbaik setelah usia 50 tahun.

Pemeriksaan rutin seperti tekanan darah, gula darah puasa, HbA1c, profil kolesterol, hingga fungsi ginjal dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum muncul komplikasi serius.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: Inflasi Medis Meningkat, Sequis Perkenalkan Sequis CareIn dengan Perlindungan hingga Usia 100 Tahun