Dahulu, makanan yang mengandung lemak tinggi selalu dihindari karena dituduh sebagai pemicu utama penyakit jantung. Namun, anggapan lama tersebut kini telah bergeser. Para peneliti menemukan bahwa lemak makanan tertentu justru memberikan kontribusi besar bagi kesehatan tubuh.
Melansir dari laman Healthline, makanan dengan kandungan lemak utuh (full-fat) sering kali jauh lebih sehat dibandingkan produk berlabel low-fat atau fat-free (bebas lemak).
Alasannya, makanan full-fat biasanya lebih minim proses pengolahan, serta jauh lebih rendah kandungan gula dan karbohidrat tambahannya.
Meskipun American Heart Association tetap menyarankan untuk membatasi lemak jenuh di bawah 10% dari total kalori harian, 5 makanan tinggi lemak berikut ini terbukti sangat bernutrisi untuk tubuhmu. Intip, yuk!
1. Alpukat
Jika mayoritas buah-buahan didominasi oleh karbohidrat, alpukat justru sebaliknya. Sekitar 80% kalori dari buah alpukat berasal dari lemak, menjadikannya buah dengan kandungan lemak yang bahkan lebih tinggi daripada kebanyakan makanan hewani.
Alpukat adalah salah satu sumber kalium terbaik (memenuhi 15% kebutuhan harian per 150 gram). Sebuah studi membuktikan bahwa rutin mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari selama 5 minggu berturut-turut memberikan efek yang sangat baik bagi profil kolesterol tubuh. Selain itu, kandungan seratnya yang melimpah sangat bagus untuk pencernaan dan mengontrol berat badan.
Baca Juga: Benarkah Alpukat Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah Tinggi?
2. Keju
Meskipun sering memiliki reputasi yang buruk, keju asli sebenarnya sangat bergizi. Keju merupakan sumber kalsium, vitamin B12, fosfor, dan selenium yang sangat baik bagi tubuh.
Keju sangat kaya akan protein. Dalam satu ons (28 gram) keju saja terdapat 6 gram protein, hampir setara dengan kandungan protein dalam segelas susu.
Menariknya, riset terbaru menunjukkan bahwa konsumsi produk olahan susu tinggi lemak seperti keju tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dibandingkan dengan produk susu rendah lemak seperti yang ditakutkan dulu.
3. Dark Chocolate
Dark chocolate atau cokelat hitam adalah makanan padat nutrisi yang dikemas dalam bentuk camilan lezat. Sekitar 65% kalori di dalamnya merupakan lemak. Pastikan kamu memilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70% agar mendapatkan khasiat optimal dan menghindari gula berlebih.
Selain tinggi serat, zat besi, dan magnesium, dark chocolate dipadati oleh antioksidan kuat seperti resveratrol (antioksidan yang juga ditemukan pada anggur merah) serta epicatechin yang memiliki sifat antipenuaan (anti-aging) sekaligus mampu meningkatkan performa fisik tubuh.
4. Telur
Dulu telur utuh sering dicap tidak sehat karena bagian kuningnya tinggi akan kolesterol dan lemak. Namun, studi-studi terbaru telah mematahkan mitos tersebut dan membuktikan bahwa kolesterol pada telur tidak memberikan dampak negatif pada kolesterol darah bagi mayoritas orang.
Telur adalah makanan padat gizi. Salah satunya adalah kandungan kolin, zat gizi mikro yang sangat esensial bagi kesehatan otak dan sistem saraf. Satu butir telur (50 gram) sanggup memenuhi 27% kebutuhan kolin harianmu. Selain itu, karena tinggi protein, telur sangat efektif memberikan efek kenyang lebih lama sehingga cocok untuk program diet.
5. Ikan Berlemak / Fatty Fish
Ikan berlemak secara luas diakui sebagai salah satu sumber protein hewani paling bergizi di bumi. Kelompok ikan ini meliputi salmon, trout, ikan teri (anchovies), makarel, sarden, dan herring.
Jenis ikan ini dipenuhi oleh asam lemak omega-3 yang sangat ramah bagi kesehatan jantung, protein berkualitas tinggi, serta berbagai vitamin penting.
Riset menunjukkan konsumsi rutin fatty fish mampu meningkatkan fungsi kognitif otak, membantu menstabilkan kadar gula darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Jika kamu tidak bisa makan ikan, alternatif terbaiknya adalah mengonsumsi suplemen minyak hati ikan kod (cod liver oil) yang kaya omega-3 dan Vitamin D.