Growthmates, sakit punggung sering kali dianggap sebagai akibat kelelahan, ketegangan otot, atau terlalu lama duduk di depan komputer. Namun, tidak semua nyeri di bagian belakang tubuh berasal dari tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, rasa sakit tersebut justru bisa menjadi tanda adanya gangguan pada ginjal.

Nyeri yang terasa di bawah tulang rusuk, menjalar ke perut atau selangkangan, hingga disertai mual dan perubahan pola buang air kecil perlu diwaspadai. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan batu ginjal maupun infeksi ginjal yang membutuhkan penanganan medis.

Dikutip dari Times of India, Jumat (6/11/2026), dokter mengingatkan pentingnya mengenali perbedaan antara sakit punggung akibat masalah otot dan nyeri yang berhubungan dengan ginjal.

“Tidak semua sakit punggung berasal dari tulang belakang,” beber Dr. Shyam Sunder Nowal, konsultan nefrologi di Manipal Hospital, Jaipur.

Menurutnya, gangguan ginjal dapat menjadi salah satu penyebab nyeri yang kerap tidak disadari. Karena itu, lokasi nyeri dan gejala lain yang menyertainya perlu diperhatikan sebelum menentukan penanganan.

1. Nyeri Terasa di Satu atau Kedua Sisi di Bawah Tulang Rusuk

Ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tepat di bawah tulang rusuk dan di kedua sisi tulang belakang. Karena itu, gangguan pada organ ini dapat menimbulkan rasa sakit di area pinggang atau sisi tubuh.

Berbeda dengan nyeri otot yang biasanya berubah ketika seseorang membungkuk, memutar tubuh, atau berganti posisi, nyeri akibat gangguan ginjal cenderung terasa lebih dalam dan tidak selalu membaik meski tubuh diistirahatkan.

Pada kasus batu ginjal, rasa sakit juga dapat menjalar dari punggung menuju perut bagian bawah hingga selangkangan. Intensitasnya bisa berubah-ubah, terutama ketika batu bergerak menuju ureter atau saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

2. Nyeri Disertai Demam dan Menggigil

Sakit punggung atau pinggang yang disertai demam, menggigil, dan tubuh terasa seperti sedang terserang flu bisa menjadi tanda infeksi ginjal.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius karena infeksi ginjal tidak cukup ditangani hanya dengan obat pereda nyeri. Pemeriksaan dan pengobatan yang tepat diperlukan untuk mencegah infeksi berkembang menjadi lebih berat.

3. Terasa Perih atau Nyeri Saat Buang Air Kecil

Perubahan saat buang air kecil juga dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada ginjal atau saluran kemih.

Gejalanya antara lain sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, serta munculnya dorongan untuk berkemih secara tiba-tiba.

Keluhan tersebut dapat mengarah pada infeksi saluran kemih yang dalam kondisi tertentu bisa menyebar hingga ke ginjal.

Baca Juga: Sering Pipis dan Anyang-anyangan, Apakah Tanda Infeksi Ginjal?

4. Warna Urine Berubah atau Mengandung Darah

Perhatikan pula perubahan warna dan kondisi urine. Urine berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan bisa menandakan adanya darah.

Sementara itu, urine yang terlihat keruh atau berbau tidak biasa dapat berkaitan dengan infeksi maupun gangguan pada saluran kemih.

Menurut US National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), batu ginjal juga dapat menyebabkan darah dalam urine, nyeri saat berkemih, serta keinginan buang air kecil lebih sering.

Meski demikian, perubahan warna urine tidak selalu disebabkan oleh penyakit ginjal. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

5. Mual dan Muntah Bersamaan dengan Nyeri Hebat

Batu ginjal dapat menimbulkan nyeri yang sangat kuat, bahkan sampai menyebabkan mual dan muntah.

Keluhan ini perlu diwaspadai, terutama jika muntah terjadi berulang kali. Selain menyebabkan dehidrasi, kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan asupan cairan maupun obat yang diresepkan dokter.

Jika nyeri pinggang terasa hebat dan disertai muntah terus-menerus, segera cari pertolongan medis.

Penyakit Ginjal Tidak Selalu Menimbulkan Nyeri

Penting dipahami bahwa nyeri ginjal dan penyakit ginjal kronis bukanlah kondisi yang sama. Batu ginjal dan infeksi ginjal dapat menyebabkan nyeri, tetapi penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) justru sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.

Seseorang bahkan bisa mengalami penurunan fungsi ginjal tanpa merasakan sakit pada bagian punggung maupun pinggang.

Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan dua faktor risiko utama penyakit ginjal kronis. Orang dengan kondisi tersebut disarankan menjalani pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala, meskipun tidak merasakan keluhan.

Artinya, sakit punggung tidak selalu menandakan gangguan ginjal. Sebaliknya, tidak adanya sakit punggung juga bukan jaminan bahwa ginjal dalam kondisi sehat.

Penanganan gangguan ginjal bergantung pada penyebabnya. Batu ginjal berukuran kecil terkadang dapat keluar dengan sendirinya, sedangkan batu yang lebih besar atau menyebabkan penyumbatan mungkin membutuhkan tindakan medis seperti ureteroskopi atau nefrolitotomi perkutan.

Sementara itu, infeksi ginjal umumnya memerlukan pengobatan antibiotik sesuai diagnosis dokter.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri?

Nyeri punggung atau pinggang yang muncul tiba-tiba dan terasa sangat hebat sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai demam, menggigil, muntah terus-menerus, atau darah dalam urine.

Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan urine, tes darah, hingga pencitraan medis untuk memastikan sumber nyeri dan menentukan pengobatan yang sesuai.

Baca Juga: Gatal Tak Kunjung Sembuh meski Pakai Obat? Waspada Gejala Gangguan Ginjal