Dijelaskan Eko pengembangan fitur tarik tunai tanpa kartu memberikan alternatif bagi bank untuk memperluas titik layanan tanpa harus sepenuhnya membangun dan mengelola jaringan ATM sendiri. Sementara bagi perusahaan tekfin, layanan tersebut dapat menjadi fitur tambahan yang memungkinkan pengguna mengakses uang tunai langsung dari aplikasi keuangan digital yang mereka gunakan.
Kehadiran CCW juga mencerminkan semakin terbukanya konektivitas antara kanal digital dan fisik. Pengguna tidak lagi harus memulai dan menyelesaikan seluruh transaksi pada kanal yang sama karena prosesnya dapat berlangsung secara terhubung.
“Ke depan, pengalaman pengguna tidak lagi terlalu bergantung pada siapa yang memiliki kanal fisik terbanyak. Transaksi dapat dimulai dari aplikasi bank maupun tekfin, kemudian diselesaikan melalui jaringan ATM yang saling terhubung, seperti ATM Link. Kolaborasi ini membuat layanan keuangan semakin terhubung dan lebih mudah diakses oleh pengguna,” tambah Eko.
Selain mengembangkan layanan tarik tunai tanpa kartu, Jalin juga membawa sejumlah kolaborasi dan pengembangan kapabilitas pembayaran dalam partisipasinya di FEKDI x IFSE 2026.
Di layanan pembayaran digital, Jalin mengembangkan perluasan switching QRIS bersama Bank BJB dan Yokke, serta konektivitas QRIS Merchant Presented Mode (MPM) pada Jaringan Link bersama AyoLinx. Jalin juga menghadirkan pengembangan QRIS Antarnegara bersama Nobu Bank, Payment Integrator bersama OK Bank, serta Mini ATM bersama Bank BJB.
Berbagai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan infrastruktur pembayaran Jalin oleh pelaku industri sekaligus memperkuat konektivitas dalam ekosistem pembayaran nasional. Saat ini, Jalin melayani lebih dari 120 anggota yang berasal dari sektor perbankan dan tekfin melalui beragam kapabilitas dan layanan sistem pembayaran.
Baca Juga: AFTECH dan Jalin Ajak Industri Waspadai Fraud AI di Ekosistem Pembayaran Digital