Perkembangan layanan keuangan digital turut mendorong kebutuhan akan akses transaksi yang semakin fleksibel. Meski transaksi digital terus meningkat, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai masih tetap ada. Melihat kondisi tersebut, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari Danantara Indonesia, mengembangkan layanan tarik tunai tanpa kartu atau Cardless Cash Withdrawal (CCW) melalui kolaborasi dengan perbankan dan perusahaan teknologi finansial (tekfin).
Pengembangan layanan tersebut menjadi salah satu kolaborasi yang dibawa Jalin dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) – Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Dalam gelaran tersebut, Jalin menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan layanan CCW dengan BCA Syariah, SeaBank, HiBank, serta sejumlah institusi tekfin lainnya. Melalui layanan ini, nasabah bank maupun pengguna layanan tekfin nantinya dapat memulai transaksi melalui aplikasi masing-masing, kemudian melakukan penarikan uang tunai melalui jaringan ATM Link tanpa perlu menggunakan kartu fisik.
Kolaborasi tersebut sekaligus mempertemukan layanan keuangan berbasis digital dengan infrastruktur fisik yang telah tersedia. Bagi bank dan tekfin, pemanfaatan jaringan ATM Link dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses layanan tanpa harus membangun dan mengelola jaringan ATM secara mandiri.
Pengembangan CCW juga hadir di tengah pertumbuhan transaksi digital yang tetap berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai. Bank Indonesia mencatat volume pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026, tumbuh 40,36 persen secara tahunan. Sementara itu, transaksi melalui mobile banking tumbuh 47,08 persen secara tahunan.
Pada periode yang sama, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) masih mencatat pertumbuhan 12,88 persen menjadi Rp1.332 triliun. Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan layanan digital tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap akses uang tunai.
Direktur Jalin, Eko Dedi Rukminto, mengatakan, perkembangan layanan digital justru perlu diiringi dengan konektivitas yang mampu menjembatani layanan digital dan akses tunai.
“Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara lebih efisien sekaligus memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Eko, dikutip dari keterangan resminya, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Jalin dan BACenter Berkolaborasi Dorong Sistem Pembayaran Pemerintah yang Inklusif
Dijelaskan Eko pengembangan fitur tarik tunai tanpa kartu memberikan alternatif bagi bank untuk memperluas titik layanan tanpa harus sepenuhnya membangun dan mengelola jaringan ATM sendiri. Sementara bagi perusahaan tekfin, layanan tersebut dapat menjadi fitur tambahan yang memungkinkan pengguna mengakses uang tunai langsung dari aplikasi keuangan digital yang mereka gunakan.
Kehadiran CCW juga mencerminkan semakin terbukanya konektivitas antara kanal digital dan fisik. Pengguna tidak lagi harus memulai dan menyelesaikan seluruh transaksi pada kanal yang sama karena prosesnya dapat berlangsung secara terhubung.
“Ke depan, pengalaman pengguna tidak lagi terlalu bergantung pada siapa yang memiliki kanal fisik terbanyak. Transaksi dapat dimulai dari aplikasi bank maupun tekfin, kemudian diselesaikan melalui jaringan ATM yang saling terhubung, seperti ATM Link. Kolaborasi ini membuat layanan keuangan semakin terhubung dan lebih mudah diakses oleh pengguna,” tambah Eko.
Selain mengembangkan layanan tarik tunai tanpa kartu, Jalin juga membawa sejumlah kolaborasi dan pengembangan kapabilitas pembayaran dalam partisipasinya di FEKDI x IFSE 2026.
Di layanan pembayaran digital, Jalin mengembangkan perluasan switching QRIS bersama Bank BJB dan Yokke, serta konektivitas QRIS Merchant Presented Mode (MPM) pada Jaringan Link bersama AyoLinx. Jalin juga menghadirkan pengembangan QRIS Antarnegara bersama Nobu Bank, Payment Integrator bersama OK Bank, serta Mini ATM bersama Bank BJB.
Berbagai kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan infrastruktur pembayaran Jalin oleh pelaku industri sekaligus memperkuat konektivitas dalam ekosistem pembayaran nasional. Saat ini, Jalin melayani lebih dari 120 anggota yang berasal dari sektor perbankan dan tekfin melalui beragam kapabilitas dan layanan sistem pembayaran.
Baca Juga: AFTECH dan Jalin Ajak Industri Waspadai Fraud AI di Ekosistem Pembayaran Digital