Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026 resmi dibuka pada Kamis (17/9) dengan membawa semangat The World We Draw. Berlangsung hingga 4 Oktober 2026 mendatang, semangat The World We Draw memaknai sebuah ilustrasi bukan sekadar karya visual, melainkan cara bagi kreator untuk membentuk, menerjemahkan, dan membagikan dunia dari perspektif mereka masing-masing.

Memasuki penyelenggaraan keempatnya, JICAF terus berkembang dari sebuah art fair menjadi rumah bagi ekosistem kreatif yang mempertemukan artists, brands, communities, dan berbagai creative players. Sejumlah kolaborasi baru pun hadir mewarnai pameran tahun ini.

Baca Juga: JICAF 2026 Hadir pada 17 September-4 Oktober 2026 Mendatang 

“The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, JICAF adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak," ujar Sunny Gho, Co-Founder & Fair Director JICAF, di Agora Mall, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Sejumlah kreator yang ikut termasuk Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup. Berkolaborasi dengan Psychloop, Stereoflow menghadirkan Special Drop di JICAF 2026. Berangkat dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community, kolaborasi ini menghadirkan produk untuk everyday cyclists yang memadukan fungsi, kreativitas, dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan. 

“Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop lahir dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community. Melalui Special Drop di JICAF 2026, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional untuk everyday cyclists, tetapi juga membawa kreativitas dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan,” pungkas Stereoflow. 

Sementara itu, Fluxcup menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif melalui DUBKIL PROJECT (Dubbing Kilat). Dalam proyek ini, pengunjung akan direkam oleh Fluxcup secara langsung di area pameran untuk kemudian mendapatkan versi dubbing dengan gaya absurd dan nihilist khas Fluxcup hanya dalam waktu sekitar 10 detik. Tanpa script maupun retake, hasil dubbing tersebut diberikan langsung kepada peserta dan selanjutnya akan dikompilasi untuk dibagikan melalui akun Instagram @flux.cup. 

“Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya. Tidak ada script, retake, atau request hasil akhirnya langsung menjadi bagian dari proyek ini,” tutur Fluxcup.

Sementara itu, Rinaldo Hartanto x LEKAT, mempertemukan ilustrasi, fashion, dan craft melalui eksplorasi folklore dan volcanic imagery. Kolaborasi ini juga memanfaatkan leftover fabrics dari LEKAT yang diolah melalui teknik patchwork dan diterjemahkan menjadi produk seperti Patchwork Bag dan Cap.

Disney Jajan

JICAF 2026 juga menjadi platform peluncuran Disney Jajan, sebuah kolaborasi antara Disney Indonesia dan ilustrator lokal yang difasilitasi oleh enMasse sebagai penyelenggara JICAF. Proyek ini mengajak para ilustrator untuk memberikan interpretasi mereka terhadap karakter Disney, khususnya Stitch dan Angel, melalui perspektif budaya jajanan dan street food Indonesia. Disney Jajan menghadirkan karya dari tiga ilustrator, yaitu Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, yang membawa gaya dan perspektif masing-masing dalam menerjemahkan karakter Disney ke dalam konteks lokal.

JICAF 2026 juga berkolaborasi dengan TACO, perusahaan penyedia solusi building material, sebagai salah satu brand partner, menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana material dapat menjadi bagian dari proses creative arts sekaligus hadir lebih dekat dalam keseharian.

“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, melainkan juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin JICAF terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka,” tutup Sunny Gho.