Tentang Serial 'Bercinta Dengan Maut'
Serial Bercinta Dengan Maut akan diproduksi oleh Hitmaker Studios, rumah produksi ternama yang telah melahirkan berbagai karya populer di industri hiburan Indonesia. Proses produksi dijadwalkan dimulai pada bulan ini.
Produser Hitmaker Studios, Rocky Soraya, mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam proyek bersejarah ini.
“Kami merasa bangga dapat dipercaya untuk memproduksi serial original lokal pertama iQIYI di Indonesia. Bercinta Dengan Maut merupakan proyek yang istimewa bagi kami, tidak hanya dari sisi cerita, tetapi juga karena kolaborasi strategis dengan iQIYI dan Telkomsel,” kata Rocky.
“Kami berharap serial ini dapat menghadirkan pengalaman menonton yang relevan dan berkesan bagi penonton Indonesia," sambungnya.
Serial Bercinta Dengan Maut mengisahkan seorang stripper yang menemukan fakta mengejutkan bahwa ia memiliki kembaran identik dari keluarga kaya. Setelah keduanya menjalin ikatan emosional sebagai satu-satunya keluarga yang mereka miliki, sang kembaran meninggal dunia secara misterius.
Didorong oleh duka dan keinginan untuk mengungkap kebenaran, ia kemudian mengambil alih identitas saudaranya untuk menyusup ke dalam keluarga tersebut. Dari sana, ia perlahan membongkar rahasia kelam di balik kematian sang kembaran dan berjuang menuntut keadilan.
Serial ini akan dibintangi oleh Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rasya, dan Dinda Kirana. Direncanakan hadir dalam 10 episode, Bercinta Dengan Maut ditargetkan tayang pada kuartal kedua tahun ini dan dapat disaksikan secara eksklusif melalui platform MAXstream dan iQIYI.
Para pemeran utama serial Bercinta Dengan Maut pun membagikan tantangan sekaligus pendalaman karakter yang mereka jalani selama proses produksi. Masing-masing karakter dirancang memiliki lapisan emosi dan konflik yang tidak langsung terbuka, sehingga mengajak penonton untuk terus menebak arah cerita.
Teuku Rassya mengungkapkan bahwa karakter Ezra yang ia perankan sengaja dibangun dengan nuansa abu-abu. Ambiguitas tersebut menjadi kunci agar penonton tidak mudah menebak peran Ezra dalam konflik yang berkembang sejak awal cerita.
“Di beberapa episode awal, penonton akan dibuat bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya ada di pikirannya karena tidak langsung terlihat jelas,” tukas Teuku Rassya.
Sementara itu, Haico Van Der Veken menghadapi tantangan tersendiri dengan memerankan dua karakter sekaligus yang memiliki latar belakang dan kepribadian yang bertolak belakang. Menurut Haico, perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari sikap luar, tetapi juga cara berpikir dan merespons konflik yang dihadapi masing-masing karakter.
“Raya dan Ana punya karakter yang sangat berbeda. Raya lebih agresif dan spontan, sementara Ana lebih kaku dan rasional,” jelas Haico.
Pendalaman emosi juga menjadi sorotan Dinda Kirana dalam memerankan karakternya. Ia menuturkan bahwa karakter tersebut tampil sederhana dan tenang di permukaan, namun menyimpan konflik batin yang perlahan akan memengaruhi jalannya cerita.
“Karakternya terlihat tenang dan sederhana, tapi menyimpan banyak konflik batin yang perlahan akan terungkap,” tandas Dinda.
Baca Juga: Film Suka Duka Tawa: Debut Aco Tenriyagelli Olah Luka Keluarga Lewat Komedi