Para pemimpin TI memprioritaskan investasi teknologi kepada tiga bidang, yakni cybersecurity, data governance, dan digital platforms. Data tersebut didapat berdasarkan riset bertajuk "IT Strategies and Priori es Amid Economic Uncertainty in 2025" yang dilakukan oleh iCIO Community, didukung oleh CTI Group.
Berdasarkan riset yang dilakukan secara online pada Januari-Februari 2025 dengan melibatkan lebih dari 50 pemimpin TI dari berbagai industri, sebanyak 59% pemimpin TI menegaskan komitmennya terhadap ketiga area ini. Sebagai kelanjutan dari riset tersebut, riset iCIO Community tahun ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana pemimpin TI beradaptasi, menetapkan prioritas, dan merancang strategi agar tetap relevan di tengah perubahan lanskap bisnis dan teknologi.
Baca Juga: Mengenal Chip Implan Otak Buatan Elon Musk untuk Manusia, Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui
"Mengetahui prioritas berar memahami arah investasi dan kesiapan dalam menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, hasil riset ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin TI untuk memahami tantangan serta prioritas di industri lain yang dapat menjadi dasar untuk inisiatif kolaborasi strategis ke depan," ujar David Wirawan, Koordinator Divisi Research, iCIO Community, dikutip Selasa (25/3/2025).
Strategi Anggaran Pemimpin TI: Pergeseran ke Model OPEX
Setahun lalu, 69% Pemimpin TI menerapkan pendekatan yang seimbang antara CAPEX (Capital Expenditure) dan OPEX (Opera onal Expenditure), menyesuaikan strategi investasi dengan kebutuhan proyek di berbagai industri. Namun, pada tahun 2025, tren ini mengalami pergeseran dengan 63% Pemimpin TI beralih ke model OPEX. Pergeseran ini menunjukkan bahwa organisasi makin mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi biaya melalui skema langganan pay-per-use dan subscrip on-based services yang memungkinkan mereka mengalokasikan sumber daya secara lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan bisnis.
Tantangan dan Peluang dalam Adopsi Cloud
Meskipun adopsi cloud terus meningkat, tantangan besar masih membayangi para pemimpin TI. Dalam riset ini, 31% CIO mengidentifikasi pengelolaan biaya dan sumber daya sebagai hambatan utama, diikuti oleh kesulitan integrasi sistem lama dengan cloud (22%), serta kepatuhan regulasi dan keamanan data (10%). Untuk mengatasi tantangan ini, 33% CIO mengadopsi pendekatan hybrid cloud, memungkinkan mereka menyeimbangkan infrastruktur on-premises dengan transisi bertahap ke cloud.
Kepatuhan Data dan Regulasi di Tahun 2025
Dengan implementasi penuh Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) sejak Oktober 2024, pemimpin TI makin memperkuat strategi kepatuhan mereka. Dalam riset iCIO Community 2023, 53,1% pemimpin TI telah mengalokasikan anggaran dan tim khusus untuk kepatuhan data. Tahun ini, angka itu meningkat signifikan dengan 92% pemimpin TI kini mengandalkan tim internal untuk mengelola kepatuhan data.
Meski begitu, dua tantangan utama tetap muncul: kompleksitas regulasi (27%) dan konsistensi data antarsistem (27%). Ini menunjukkan bahwa kepatuhan tidak hanya membutuhkan alokasi anggaran, tetapi juga strategi teknologi yang matang untuk memastikan integrasi data yang selaras dengan regulasi yang berlaku.
Adopsi AI dan Masa Depan Transformasi Digital
Selain keamanan dan kepatuhan data, adopsi Artificial Intelligence (AI) menjadi faktor penting dalam strategi digital perusahaan. 55% pemimpin TI telah mengintegrasikan AI dalam operasional mereka, sedangkan 37% lainnya berencana mengadopsinya dalam satu tahun ke depan. AI kini tidak hanya dimanfaatkan untuk efisiensi internal, tetapi juga untuk meningkatkan interaksi pelanggan dan mendukung inovasi bisnis.
Selain itu, terkait teknologi di 2025 pemimpin TI juga mengantisipasi 2 tantangan utama, yakni bagaimana mendorong inovasi berbasis teknologi untuk menciptakan pendapatan baru, serta bagaimana mengopmalkan anggaran TI agar lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Menghadapi tahun 2025, fleksibilitas, inovasi, dan ketahanan menjadi faktor kunci dalam strategi teknologi perusahaan. "Opmalisasi investasi teknologi, penerapan model operasional yang lebih fleksibel, serta peningkatan kapabilitas digital menjadi kunci untuk menjaga ketahanan bisnis. Ke depan, kolaborasi antarindustri dan pendekatan berbasis data akan makin menentukan keberhasilan transformasi digital," ujar Edwin Sugianto yang juga koordinator Divisi Research iCIO Community bersama David Wirawan.