IBM Indonesia dan Dicoding Indonesia merayakan kelulusan peserta Pijak 2026 dalam sebuah seremoni yang diselenggarakan pada 30 Juli. Acara ini menandai puncak dari rangkaian pembelajaran intensif berbasis proyek yang dirancang untuk mempersiapkan para peserta menghadapi kebutuhan dunia kerja di era kecerdasan buatan (AI).

Pijak merupakan inisiatif kolaborasi antara IBM Indonesia, melalui IBM SkillsBuild, dan Dicoding Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan AI berkualitas, sekaligus mengembangkan talenta digital yang siap menghadapi perubahan dunia kerja. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen IBM secara global melalui IBM SkillsBuild untuk membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang, serta memperluas akses terhadap pendidikan teknologi dan AI melalui kemitraan dengan pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi nirlaba.

Baca Juga: IBM Dukung Pertumbuhan Perusahaan Indonesia dengan Agentic AI

Program ini memperoleh antusiasme tinggi dari masyarakat dengan lebih dari 20.000 peserta memperoleh akses terhadap berbagai kesempatan belajar melalui platform IBM SkillsBuild. Para peserta mempelajari sejumlah topik dasar, Introduction to Artificial Intelligence, Generative AI, AI Ethics, dan Career Management Essentials. Program ini juga menegaskan komitmen Pijak untuk memperluas akses yang setara terhadap pendidikan digital.

Dari keseluruhan peserta, lebih dari 600 peserta dengan performa terbaik melanjutkan ke tahap pembelajaran berbasis proyek, sebuah program intensif yang mencakup lebih dari 900 jam pembelajaran. Dengan pendampingan langsung dari para praktisi industri, peserta mengembangkan kompetensi AI mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Sepanjang program, para peserta menghasilkan lebih dari 100 proyek akhir (capstone project) yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat dan industri. Salah satu proyek dengan performa terbaik adalah Sigap AI, sebuah platform berbasis AI yang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memantau ulasan pelanggan, menganalisis sentimen, mengidentifikasi isu utama, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

“Inovasi AI terus menghadirkan tantangan sekaligus menginspirasi berbagai organisasi lintas industri sehingga kebutuhan akan talenta yang siap menghadapi era AI menjadi semakin penting. Seiring dengan munculnya mode AI open-source yang semakin canggih dan mudah diakses, satu hal menjadi jelas: laju transformasi akan terus meningkat. Masa depan akan ditentukan oleh pelajar, pendidik, dan profesional yang tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga telah dibekali kemampuan untuk berkolaborasi dengan agen AI, mengelolanya secara bertanggung jawab, serta membangun solusi berbasis AI generasi selanjutnya," ujar Catherine Lian, General Manager, IBM ASEAN.

Dalam pidato utamanya, Narenda Wicaksono, Chief Executive Officer Dicoding Indonesia, menegaskan, “Selain menghadirkan pengalaman pembelajaran terbaik, kami juga ingin memastikan para peserta yang telah menyelesaikan program memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari seluruh tamu undangan yang hadir hari ini dalam persiapan penyelenggaraan Pijak Career Fair yang akan digelar pada Agustus ini. Inisiatif ini merupakan salah satu langkah nyata Dicoding untuk menghubungkan para peserta dengan perusahaan yang membutuhkan talenta digital berkualitas. Kepada seluruh peserta, kami menantikan partisipasi Anda dalam Pijak Career Fair.”

“Keterampilan AI yang diperoleh melalui Pijak dapat memberdayakan para peserta untuk menjawab berbagai tantangan nyata serta mengembangkan solusi inovatif bagi beragam sektor industri. Melihat dampak positif program ini, saya mendorong IBM untuk melanjutkan Pijak hingga 2027, agar semakin banyak talenta Indonesia dapat berkontribusi terhadap transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Prof. Dr. med. Setiawan, dr, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Keberhasilan Pijak didukung oleh partisipasi lebih dari 1.200 institusi pendidikan di seluruh Indonesia yang telah mempercayakan anggota komunitas akademiknya untuk mengikuti program ini. Dukungan tersebut turut memperluas akses terhadap pengembangan keterampilan AI dan digital secara nasional. Kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, industri, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi baru talenta digital Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan AI serta mampu menjawab kebutuhan transformasi digital nasional.