IBM (NYSE: IBM) baru saja mengumumkan kolaborasi strategis dengan ARM untuk mengembangkan perangkat keras dual-arsitektur baru yang membantu perusahaan menjalankan beban kerja Artificial Intelligence (AI) dan data intensif di masa depan dengan fleksibilitas, keandalan, dan keamanan yang lebih tinggi.
Kepemimpinan IBM dalam desain sistem, mulai dari tingkat silikon hingga perangkat lunak dan keamanan, telah membantu perusahaan mengadopsi teknologi baru dengan skala dan keandalan yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis yang sangat krusial. Seiring dengan AI yang semakin terintegrasi dalam proses bisnis inti, IBM terus berinvestasi pada platform perangkat keras seperti prosesor Telum II dan Spyre Accelerator, yang dirancang untuk mendorong pemanfaatan AI dari sekadar tahap uji coba menjadi penggunaan nyata dalam operasional sehari-hari perusahaan.
Melalui kolaborasi ini, IBM dan ARM berupaya melanjutkan rekam jejak inovasi yang telah dibangun dengan menggabungkan keunggulan IBM dalam menghadirkan sistem yang andal, aman, dan mudah dikembangkan, serta kepemimpinan ARM dalam arsitektur hemat energi, keahlian dalam mendukung berbagai kebutuhan workload, dan ekosistem perangkat lunak yang luas. Upaya ini bertujuan menghadirkan platform komputasi yang lebih fleksibel dan siap berkembang untuk menjawab kebutuhan di masa depan.
“Seiring dengan perusahaan yang semakin memperluas pemanfaatan AI dan memodernisasi infrastruktur mereka, luasnya ekosistem perangkat lunak ARM memungkinkan berbagai workload dijalankan di lebih banyak jenis platform. Kolaborasi kami dengan IBM melanjutkan perkembangan ini dengan membawa ekosistem ARM ke lingkungan enterprise yang sangat krusial, sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi organisasi dalam menerapkan dan mengembangkan workload tersebut," ujar Mohamed Awad, Executive Vice President, Cloud AI Business Unit, ARM, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
“Kolaborasi ini merupakan kelanjutan alami dari kepemimpinan IBM dalam inovasi perangkat keras dan sistem. Hal ini mencerminkan pendekatan IBM yang secara konsisten mengantisipasi kebutuhan enterprise jauh sebelum terjadi perubahan besar di pasar, dengan mengembangkan kapabilitas lebih awal agar klien siap menghadapi munculnya workload dan model bisnis baru. Tujuan kami adalah memperluas pilihan perangkat lunak dan meningkatkan kinerja sistem, sambil tetap menjaga keandalan dan keamanan yang diharapkan klien," jelas Tina Tarquinio, Chief Product Officer, IBM Z dan LinuxONE.
Kolaborasi yang Dirancang untuk Masa Depan
Kolaborasi ini berfokus pada tiga area utama. Pertama, kedua perusahaan mengeksplorasi pengembangan teknologi virtualisasi yang memungkinkan lingkungan perangkat lunak berbasis Arm® berjalan dalam platform komputasi enterprise milik IBM. Upaya ini ditujukan untuk memperluas kompatibilitas perangkat lunak sekaligus menyederhanakan proses bagi pengembang dan perusahaan dalam menghadirkan aplikasi berbasis ARM ke lingkungan operasional yang sangat krusial.
Kedua, infrastruktur enterprise perlu mampu mendukung operasional dengan ketersediaan tinggi, sekaligus memenuhi kebutuhan keamanan dan kedaulatan data lokal. IBM dan ARM tengah mengeksplorasi pendekatan baru untuk menjawab tuntutan kinerja dan efisiensi dari workload modern, termasuk AI dan aplikasi berbasis data intensif. Upaya ini mencakup pengembangan sistem enterprise yang mampu mengenali dan menjalankan aplikasi ARM, dengan tujuan memastikan lingkungan berbasis ARM dapat selaras dengan standar keandalan, keamanan, serta kebutuhan operasional yang dibutuhkan perusahaan.
Terakhir, kolaborasi ini juga berfokus pada pertumbuhan ekosistem dalam jangka panjang. Dengan membangun lapisan teknologi bersama antar platform, IBM dan ARM bertujuan membuka akses ke ekosistem perangkat lunak yang lebih luas serta menghadirkan fleksibilitas yang lebih besar dalam penerapan dan pengelolaan aplikasi. Pendekatan ini memberikan lebih banyak pilihan bagi perusahaan, sekaligus memungkinkan mereka mengadopsi aplikasi dan arsitektur baru tanpa mengesampingkan investasi yang telah ada.
“Peran IBM dalam membentuk infrastruktur enterprise telah berlangsung selama puluhan tahun, mencerminkan luasnya kapabilitas dan komitmen yang dibutuhkan untuk mendukung workload klien yang paling kompleks dan sensitif. Momentum ini menjadi langkah terbaru dalam perjalanan inovasi kami untuk generasi berikutnya dari sistem IBM Z dan LinuxONE, sekaligus menegaskan keunggulan desain sistem yang menyeluruh sebagai salah satu kekuatan utama kami," pungkas Christian Jacobi, Chief Technology Officer dan IBM Fellow, IBM Systems Development.