Lebih lanjut, dr. Tirta mengatakan bahwa kebersihan mulut yang buruk juga berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi seperti radang amandel (tonsilitis) maupun radang tenggorokan (faringitis).

Jika infeksi tersebut terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, kata dia, bakteri berpotensi memengaruhi katup jantung dan memicu peradangan.

"Higienitas mulut yang buruk sangat berkaitan erat dengan tonsilitis dan faringitis. Kalau itu tidak ditangani dengan baik, selanjutnya bisa menyebabkan penyakit pada katup jantung," ungkapnya.

Ia pun menuturkan, bakteri yang berhasil mencapai jantung dapat memicu peradangan pada katup jantung. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan hingga meningkatkan risiko penyakit jantung tertentu, termasuk kelainan pada katup jantung.

"Bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan peradangan pada katup jantung, yang akhirnya menyebabkan fibrosis dan kondisi seperti Rheumatic Heart Disease (RHD)," jelas dr. Tirta.

Karena itu, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan kebersihan gigi dan mulut.

Menyikat gigi secara rutin serta melakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi, lanjut dia, merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah berbagai komplikasi kesehatan.

"Jadi buat kalian yang jarang membersihkan cangkem atau jarang kontrol ke dokter gigi, hati-hati. Di sini banyak banget pembuluh darah kapiler dan saraf. Kalau apes banget, meski kemungkinannya kecil, bakterinya bisa masuk ke pembuluh darah kapiler dan malah membuat infeksi pada katup jantungmu," tutupnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyikat Gigi yang Tepat Menurut Ahli?