Kehadiran teknologi tersebut juga berkaitan dengan semakin pentingnya akurasi informasi hotel di berbagai kanal online. Berdasarkan penelitian terbaru SiteMinder terhadap lebih dari 12.000 wisatawan di 14 negara, termasuk Indonesia, sebanyak 51,4% responden mengaku pernah membatalkan pemesanan hotel secara online karena mendapatkan pengalaman yang buruk.

Dari jumlah tersebut, 26,5% responden menyebut keputusan membatalkan pemesanan dipengaruhi oleh ulasan, foto, atau informasi mengenai hotel yang dinilai tidak dapat dipercaya. Temuan ini menunjukkan bahwa informasi yang tersedia secara online dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan wisatawan sebelum melakukan pemesanan.

Pengalaman tersebut turut dirasakan Kamilia Rudolf, salah satu pelanggan hotel yang membagikan pengalamannya ketika mencari dan memesan akomodasi secara online.

“Ketika informasi di internet tidak lengkap atau foto yang ditampilkan tidak menggambarkan kondisi hotel yang sebenarnya, saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari ulasan atau video tur kamar dari wisatawan lain sebelum memutuskan apakah akan memesan,” kata Kamilia.

Bagi SiteMinder, persoalan distribusi karena itu tidak dapat dipisahkan dari pengalaman tamu. Hotel perlu memastikan informasi yang tersedia di berbagai kanal tetap konsisten sehingga calon tamu dapat mengetahui ketersediaan kamar dan menemukan pilihan harga sesuai kebutuhannya.

Sankar menilai pendekatan terhadap AI dalam industri perhotelan juga perlu berkembang. Menurutnya, laporan dan asisten berbasis AI saja tidak cukup jika hotel masih harus terus-menerus mencari sendiri peluang yang dapat dioptimalkan.

“Laporan dan asisten AI saja tidak lagi cukup. Hotel perlu mengetahui peluang mana yang benar-benar penting tanpa harus terus-menerus meminta sistem mereka untuk menemukannya, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengubah peluang tersebut menjadi pendapatan. Inilah yang kami wujudkan,” terang Sankar.

Ia menambahkan, optimalisasi pendapatan hotel tidak seharusnya hanya berfokus pada penetapan harga. Fondasi distribusi juga perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan informasi yang diterima calon tamu saat mencari dan memesan kamar.

“Penetapan harga tidak boleh menjadi satu-satunya fokus. Perhatian yang sama perlu diberikan pada fondasi distribusi di bawahnya karena hal tersebut berdampak langsung pada pengalaman tamu. Dengan distribusi yang dioptimalkan, tamu dapat mengetahui ketersediaan kamar dan menemukan harga yang sesuai dengan keinginan mereka,” tutup Sankar.

Baca Juga: Mews dan SiteMinder Kolaborasi Hadirkan Solusi Teknologi Hotel Terintegrasi Berbasis AI