Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) mendorong percepatan transformasi digital di sektor sawit melalui Dialog Profesional Sawit Indonesia (DIPSI) Episode IT, AI & GIS Plantation yang digelar di Hotel Aone, Jakarta Pusat. Forum ini menghadirkan para profesional dari berbagai perusahaan untuk membahas pemanfaatan teknologi digital demi meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan industri sawit.
DIPSI kali ini menghadirkan tiga sesi diskusi. Sesi pertama membahas penggunaan aplikasi IT dalam perawatan dan panen sawit. Diskusi dipandu oleh M. Danang MRQ, Direktur PT Hai Sawit Indonesia, dengan narasumber Marlon Sitanggang (PT Union Sampoerna Triputra Persada), Syarifarudin Afa (Plantation Advisor Indonesia), dan Harry L. Hasibuan (PT Iweka Digital Solusi).
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Batik Sawit Smart Batik
Sesi kedua menyoroti pemanfaatan drone dan smart plantation solution untuk pemupukan serta pengendalian hama penyakit secara berkelanjutan. Moderator Tatang Somantri (Minanga Group) menghadirkan narasumber Albertus Prastyadi (Asian Agri Group), Ilham Siregar (PT Kodeco Agrojaya Mandiri – Jhonlin Group), dan Zaki Farhan (PT Integra Solusi Mandiri).
Sesi ketiga membahas administrasi berbasis IT dan penggunaan GPS pada industri perkebunan. Diskusi dipandu oleh Esworo, Ketua DPW HIPKASI Kalimantan Timur, dengan menghadirkan Sulthon Shaldin (PT Astra Agro Lestari Tbk), Bindar Barokah (PT Lentera Kreasi Teknologi), dan Ndaru Ruseno (TransTrack).
Baca Juga: BPDP Hadir dalam Ajang Tahunan Surabaya Great Expo 2025 untuk Memperkuat Promosi Kelapa Sawit
Ketua Umum HIPKASI, M. Syarif Rafinda, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kebutuhan mendesak di sektor sawit. “Pemanfaatan IT, AI, dan GIS adalah langkah nyata untuk menjawab tuntutan global sekaligus memastikan industri sawit Indonesia lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Acara ini juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun pertama HIPKASI. Sejak berdiri pada 2024, HIPKASI telah memiliki lebih dari 2.298 anggota profesional sawit dari berbagai bidang, mulai agronomi, mekanisasi, IT, riset, keberlanjutan, hingga manajerial.
DIPSI turut dihadiri jajaran pengurus pusat HIPKASI, seperti Dewan Pakar Edward Silalahi, Dewan Pengawas Syarifarudin Afa, Ketua Harian Darus Salam, dan Sekretaris Jenderal M. Gema Aliza P., bersama perwakilan DPP dan DPW dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Peremajaan Sawit Rakyat untuk Masa Depan Industri Sawit Nasional
Menutup acara, Sekretaris Jenderal HIPKASI, M. Gema Aliza, menegaskan bahwa HIPKASI akan terus menjadi wadah kolaborasi profesional sawit dalam mendukung transformasi berbasis digital. Ia berharap forum ini bukan hanya tempat berbagi ilmu, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama menuju industri sawit yang inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan.