PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan segera merealisasikan pembayaran dividen interim senilai Rp3,07 triliun pada kuartal ketiga tahun 2026. Adapun pembayaran dividen interim ini akan dilakukan pada 16 September 2026 dengan masa recording date pada 1 September 2026.
Hal tersebut menjadi bagian dari realisasi rencana BCA untuk membayarkan dividen interim sebanyak tiga kali pada tahun buku 2026.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa nilai dividen interim yang dibagikan oleh BCA pada kuartal III tahun buku 2026 telah mempertimbangkan posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, pengembangan bisnis BCA maupun entitas anak, hingga kualitas aset yang terjaga. Untuk rencana pembagian dividen interim selanjutnya, besaran dividen per lembar saham akan mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan BCA.
Baca Juga: BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA sebagai Solusi Investasi Emas Digital
“Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Hendra Lembong, dikutip pada Kamis (20/8/2026).
Per Juni 2026, BCA membukukan pertumbuhan kredit 8,0% secara tahunan (YoY) dan untuk pertama kalinya melampaui Rp1.000 triliun, tepatnya senilai Rp1.036 triliun. Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp1.082 triliun, tumbuh 10,2% YoY. Total laba BCA dan entitas anak mencapai Rp29,5 triliun pada semester I 2026.
Seluruh dividen interim yang dibagikan pada tahun buku 2026 akan diperhitungkan dalam dividen final Perseroan untuk tahun buku 2026, yang akan dibagikan setelah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada tahun 2027.