Menurut dr. Luciana, pemeriksaan metabolik sebaiknya mulai dilakukan sejak usia 20-an dan semakin rutin setelah memasuki usia 40 tahun, guna mendeteksi risiko sejak dini sebelum timbul gejala.

Dalam penanganannya, obesitas tidak bisa ditangani dengan pendekatan yang seragam. Program penurunan berat badan perlu disesuaikan dengan kondisi metabolik masing-masing individu dan berbasis gizi seimbang.

“Penurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan memerlukan pendampingan dokter spesialis gizi klinik. Diet instan justru berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi dan mengganggu metabolisme,” tegasnya.

Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Usus yang Bisa Anda Tambahkan ke Diet di Tahun 2026

Sebagai langkah awal, ia mendorong masyarakat usia produktif untuk menjaga berat badan ideal, memahami kebutuhan nutrisi harian, serta membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

“Perubahan kecil yang dilakukan sejak dini dan dijaga secara berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan langkah instan yang hanya sesaat. Fokus utamanya bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi menjaga kesehatan metabolik dalam jangka panjang,” tutupnya.