Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2019-2024, Mahfud MD, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengungkap kepada publik perihal adanya pihak yang membiayai aksi demonstrasi mahasiswa.

Bukan tanpa sebab, menurutnya, keterbukaan diperlukan agar publik mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya. 

Baca Juga: 80% Akun Asli! Riset Binokular Bongkar Alasan Instagram Jadi Pusat Riuhnya Demo Juni 2026

"Seharusnya dibicarakan langsung secara terang-terangan. Siapa yang membayar, apa kompetensinya, dan kebijakan apa yang ditolak. Kalau hanya bilang mahasiswa dibayar tanpa kejelasan, bagaimana mau diperbaiki?" katanya usai peluncuran buku terbarunya di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (25/6/2026) kemarin.

Baca Juga: Asia Spring: Deretan Demonstrasi di Negara Demokrasi

Lebih lanjut, ia mengatakan dengan pengungkapan pihak yang diduga mendanai demonstrasi tersebut menjadi penting untuk menghindari spekulasi.

Selain itu, ia juga turut menyesalkan jika benar terdapat oknnum mahasiswa yang menerima bayaran untuk mengikuti aksi demonstrasi. Baginya, hal tersebut dapat merusak idealisme gerakan mahasiswa.

"Sangat menyedihkan kalau mahasiswa mau dibayar, meskipun pada setiap zaman selalu ada kelompok mahasiswa yang keluar dari arus utama. Sejak dahulu, dunia kemahasiswaan itu banyak dinamika, dan terkadang intelektual menjadi sebuah perangkap bagi mereka yang memiliki kepentingan tertentu," terangnya.

Sambungnya, "Orang yang dibayar itu ada, tetapi itu harus ditutup. Sebaiknya mahasiswa, apalagi yang di dekat Jakarta, fokus pada perjuangan saja," tukas Mahfud.