Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan total harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode pelaporan 2025 yang dikutip Olenka pada Senin (25/05/2026).
Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 30 Maret 2026, total kekayaan Teddy Indra Wijaya tercatat mencapai Rp20.116.632.669 atau sekitar Rp20,1 miliar, tanpa kewajiban utang.
Baca Juga: Intip Kekayaan Bahlil Lahadalia, Menteri yang Lagi Viral karena Lagu 'MBG'
Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp4,7 miliar dibandingkan laporan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp15,38 miliar. Kenaikan nilai kekayaan ini terutama berasal dari aset properti, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.
Rincian Harta Kekayaan Teddy Indra Wijaya
Dari sumber yang sama, total kekayaan Teddy terdiri atas sejumlah kategori aset, meliputi tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, hingga kas dan setara kas.
Aset Properti Capai Rp9,04 Miliar
Aset terbesar Teddy berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp9.045.000.000.
Dalam laporan tersebut, Teddy tercatat memiliki lima bidang tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah, antara lain di Sragen, Minahasa, dan Bekasi.
Sebagian aset properti diperoleh melalui mekanisme hibah, sementara salah satu properti di Bekasi tercatat diperoleh atas hasil sendiri.
Harta Bergerak dan Kas
Selain properti, Teddy juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp7.712.100.000.
Baca Juga: Daftar Menteri Terkaya di Kabinet Merah Putih, Didominasi Pengusaha dan Pemilik Investasi Besar
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki tercatat sebesar Rp2.149.532.669.
Daftar Kendaraan Teddy Indra Wijaya
Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Teddy melaporkan aset kendaraan senilai total Rp1.210.000.000 yang seluruhnya diperoleh atas hasil sendiri.
Adapun kendaraan yang tercantum dalam laporan LHKPN meliputi:
- Toyota Jeep LC HDTP tahun 2014
- Toyota Fortuner tahun 2015
- Honda CR-V tahun 2010
Tidak Memiliki Utang
Lebih lanjut, Teddy tercatat tidak memiliki utang, sehingga total aset yang dilaporkan merupakan nilai kekayaan bersih.
Baca Juga: Harta Kekayaan Prabowo Capai Rp2,06 Triliun, Ini Rinciannya!
Sebagai Sekretaris Kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto, pelaporan LHKPN menjadi bagian dari transparansi pejabat negara terkait kepemilikan harta kekayaan kepada publik.