Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan jika pihaknya tengah mengevaluasi harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertamax dengan mempertimbangkan biaya pokok penyediaan (BPP) dan pergerakan harga minyak global yang saat ini mengalami penurunan. 

Menurutnya, untuk penetapan harga Pertamax dilakukan berdasarkan perhitungan BPP Pertamina yang kemudian ditambahkan dengan margin keuntungan. Dari hasil tersebut, akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menilai harga keekonomian BBM tersebut. 

Baca Juga: DPR Bongkar Penyebab Antrean BBM, Ternyata Ini Penyebabnya...

"Jadi nanti akan dihitung BPP-nya Pertamina ditambah keuntungan. Nanti kami dari Kementerian ESDM akan mencoba melihat kira-kira harga yang ini keekonomiannya bagaimana," ujarnya seperti dikutip, Rabu (29/6/2026).

Baca Juga: Bakal Launching 1 Juli 2026, Apa Itu BBM B50 dan Kendaraan Apa Saja yang Bisa Menggunakannya?

Lanjutnya, ia mengatakan harga Pertamax saat ini dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia, serta gejolak geopolitik yang masih berlangsung. 

Karena itu, ia mengatakan pemerintah khususnya tidak hanya melihat pergerakan harga harian, melainkan menghitung rata-rata harga minyak dunia sebagai acuan untuk evaluasi.

"Kalau potensi nanti ini harga minyak secara rata-rata turun, ya tentu dari Pertamina akan menyesuaikan harga," tambahnya

Sementara itu, Mengutip Sputnik, perdagangan minyak dunia Selasa (28/7/2026), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 2,34% menjadi US$ 83,86 per barel dari penutupan sebelumnya.

Selain itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September juga melemah 2,28% menjadi US$ 80,73 per barel.