Bersama Hers Protex, WINGS dan UNICEF Dorong Edukasi Kesehatan Remaja Putri
Kolaborasi antara WINGS Group Indonesia dan UNICEF Indonesia tidak berhenti pada isu sanitasi secara umum. Melalui keterlibatan brand Hers Protex, program ini juga memperluas fokusnya ke topik yang kerap dianggap sensitive, yakni kebersihan menstruasi pada remaja putri.
Isu ini menjadi penting karena masih banyak remaja yang belum mendapatkan informasi yang tepat, sehingga menstruasi sering kali dipahami secara keliru atau bahkan dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan.
Padahal, dengan edukasi yang benar, remaja putri dapat menjalani fase ini dengan lebih nyaman dan percaya diri, tanpa harus mengganggu aktivitas belajar maupun keseharian mereka.
Stella Eidelina, selaku Marketing Manager Paper Product Category WINGS Group Indonesia, menegaskan bahwa edukasi sejak dini adalah kunci utama dalam membangun pemahaman tersebut.
“Melalui kolaborasi WINGS for UNICEF bersama Hers Protex, kami ingin mendorong remaja putri memiliki pemahaman yang tepat mengenai manajemen kebersihan menstruasi sejak dini, termasuk pentingnya memilih pembalut yang tepat dan nyaman,” papar Stella, saat acara Press Conference WINGS for UNICEF – Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex, di IDN HQ - The Plaza Menara Global, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Lebih jauh, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif, baik di sekolah maupun di rumah.
Dengan begitu, remaja putri dapat merasa lebih aman, nyaman, dan tetap aktif selama menstruasi, sekaligus membantu mematahkan stigma yang selama ini masih melekat di masyarakat.
Stella juga menambahkan, edukasi ini penting agar remaja putri tetap percaya diri.
“Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi.”
Program ini juga menargetkan ribuan siswi dan orang tua di berbagai daerah, dengan pendekatan edukasi sekaligus penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai.
Di kesempatan yang sama, Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, pun mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan.
“Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi,” ungkap Zainal.
Karena itu, kata Zainal, fasilitas yang layak menjadi sangat penting.
“Dengan toilet yang layak, terpisah laki-laki dan perempuan, ada air bersih dan sabun, tentu anak perempuan dapat mengelola menstruasinya dengan aman, bersih, dan bermartabat," ujar Zainal.

Dari sisi medis, dr. Dinda Derdameysia menekankan pentingnya edukasi yang menyeluruh.
“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat,” tuturnya.
Lebih jauh, dr. Dinda juga mengingatkan peran penting keluarga.
“Edukasi itu adalah bagian yang harus diajarkan pertama kali di rumah oleh orang tuanya,” jelasnya.
Menurutnya, menstruasi adalah proses alami yang perlu dipahami, bukan ditakuti.
“Inisiatif ini tentunya diharapkan menjadi langkah nyata untuk memecah stigma, membuka ruang dialog, serta memastikan setiap remaja putri dapat menjalani masa pubertas dengan lebih percaya diri, sehat, dan bermartabat,” pungkasnya.
Dan, pada akhirnya, kolaborasi antara WINGS Group Indonesia dan UNICEF Indonesia menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari langkah-langkah konkret yang dijalankan secara konsisten.
Lebih dari sekadar program, WINGS for UNICEF menjadi komitmen berkelanjutan yang menanamkan kebiasaan baik sejak dini, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan percaya diri, serta siap menyongsong masa depan yang gemilang.