Mewujudkan generasi yang bersih dan sehat tidak bisa hanya berhenti pada imbauan. Dibutuhkan langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Berangkat dari semangat itulah, WINGS Group Indonesia menggandeng UNICEF Indonesia melalui program WINGS for UNICEF untuk menghadirkan perubahan yang lebih konkret di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara WINGS Group Indonesia dan UNICEF Indonesia melalui program WINGS for UNICEF sendiri dimulai pada tahun 2020.

Sejak itu, kerja sama ini terus berlanjut dan memasuki fase kedua pada periode 2023–2026, dengan fokus yang semakin luas pada akses air bersih, sanitasi, dan kebersihan (WASH) yang inklusif, khususnya di lingkungan sekolah.

Lewat keterlibatan brand seperti NUVO dan Hers Protex, kolaborasi ini dirancang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan tubuh, hingga edukasi kesehatan organ intim, semua menjadi bagian dari upaya sederhana namun berdampak besar.

Harapannya, kebiasaan baik ini dapat tumbuh sejak dini dan menjadi fondasi kuat dalam mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Lewat NUVO, WINGS for UNICEF Dorong Sanitasi Layak di Sekolah

Salah satu bentuk nyata komitmen WINGS Group Indonesia dalam kolaborasinya bersama UNICEF Indonesia dimulai dari isu mendasar, yakni sanitasi di lingkungan sekolah. Selama ini, sanitasi kerap dipahami secara sempit, sekadar ketersediaan toilet bersih atau air yang mengalir.

Padahal, maknanya jauh lebih luas. Sanitasi yang aman dan layak merupakan bagian dari hak dasar setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang di lingkungan yang sehat, aman, serta inklusif.

Kesadaran inilah yang menjadi landasan kolaborasi jangka panjang melalui program ‘WINGS for UNICEF Generasi Bersih Sehat’.

Tak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, inisiatif ini juga mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini, sekaligus memastikan setiap anak, termasuk anak perempuan dan anak dengan disabilitas, memiliki akses yang setara terhadap lingkungan belajar yang layak.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, sanitasi tidak lagi dilihat sebagai kebutuhan tambahan, melainkan fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Saat konferensi pers di Jakarta, beberapa waktu lalu, Muhammad Zainal, WASH Specialist UNICEF Indonesia, menegaskan bahwa isu sanitasi di sekolah tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan teknis semata.

“Sanitasi aman di sekolah ini sebenarnya kalau kita melihat dari sudut pandang hak asasi. Ini merupakan hak asasi anak yang harus diberikan. Dan juga merupakan fondasi yang penting untuk menciptakan generasi yang sehat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fasilitas, Zainal menekankan bahwa sanitasi adalah investasi jangka panjang.

“Kalau kita berbicara sanitasi aman tidak melihat dari sisi fasilitas fisik saja. Tetapi juga dilihat sebagai investasi. Investasi untuk kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak yang lebih cerah,” jelasnya.

Lebih jauh, Zainal juga menyoroti pentingnya inklusivitas.

“Kami bersama UNICEF ingin melihat agar fasilitas sanitasi itu dapat dimanfaatkan oleh semua termasuk anak perempuan dan juga anak dengan disabilitas.”

Adapun, urgensi program ini semakin terasa ketika melihat kondisi di lapangan. Catur Budi Santoso dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengungkapkan bahwa akses sanitasi layak di sekolah masih jauh dari ideal.

“Baru 42,9% sekolah dasar di Indonesia memiliki toilet layak, terpisah, dan dalam kondisi baik atau rusak ringan,” ujar Catur.

Dibeberkan Catur, pemerintah sendiri telah menyusun peta jalan sanitasi sekolah.

“Kami tahun lalu sudah meluncurkan peta jalan sanitasi sekolah 2024–2025. Di situ, bersama UNICEF, kami merancang rangkaian kegiatan untuk meningkatkan akses sanitasi di sekolah, termasuk di Aceh dan Sulawesi Selatan. Tapi kami berharap program ini tidak berhenti di dua provinsi saja, karena Indonesia ini luas, dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Lebih dari itu, lanjut Catur, sanitasi juga dipandang sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Kita jadikan pembiasaan cuci tangan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak terbiasa disiplin, berdoa sebelum makan, lalu mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan sederhana ini membentuk fondasi hidup sehat sejak dini,” tegasnya.

Di sisi lain, sektor swasta memainkan peran penting dalam mendorong perubahan perilaku. Melalui brand NUVO Family, WINGS Group menghadirkan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak-anak.

Mita Ardiani, selaku Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group, menyoroti bahwa kesadaran akan hak anak masih perlu diperluas.

“Mungkin banyak dari kita yang belum tahu bahwa nggak cuma orang dewasa yang punya hak asasi, anak-anak pun juga memiliki hak yang dilindungi dan diatur oleh undang-undang kita. Salah satunya adalah hak bermain dan hak untuk tumbuh di lingkungan yang nyaman dan sehat,” tuturnya.

Menurutnya, kebersihan adalah fondasi penting menuju masa depan Indonesia.

“Kami tahu bahwa kebersihan diri, tangan dan badan terutama, adalah fondasi utama untuk membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Melalui kampanye Generasi Bersih Sehat, edukasi dilakukan secara menyeluruh, baik offline maupun online.

“Kita lakukan edukasi tidak hanya secara tatap muka, tapi juga online. Jadi ada onsite dan online,” jelas Mita.

Mita pun memaparkan, pendekatan yang digunakan pun dibuat menyenangkan. Mulai dari senam, praktik cuci tangan, hingga permainan edukatif menjadi cara agar pesan kesehatan tertanam secara alami.

“Gak hanya satu arah, kita juga mengajak anak-anak ini untuk berpraktik langsung,” katanya.

Mita juga menegaskan, program ini juga dirancang berkelanjutan.

“Kita gak ingin program ini cuma hit and run saja. Jadi kita melantik Duta Generasi Bersih Sehat,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, hasilnya pun signifikan.

“Hasilnya sangat menggembirakan, karena 98% anak-anak menyatakan telah mengetahui cara mencuci tangan dengan benar setelah mengikuti program ini,” tukas Mita.

Kemudian, Zainal menambahkan, sejak dijalankan, program ini telah menjangkau berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pidie di Aceh serta Maros dan Gowa di Sulawesi Selatan.

“Untuk percontohan ini kami melakukan di tiga kabupaten. Di Aceh ada Kabupaten Pidie, di Sulawesi Selatan ada Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa,” jelas Zainal.

Zainal bilang, pendekatan yang dilakukan pun terintegrasi.

“Kami tidak akan bekerja kalau hanya WASH-nya saja. Kami ingin di sana ada program gizi dan pendidikan, agar semua bisa saling bersinergi,” tambahnya.

Dukungan publik turut memperkuat gerakan ini. Dion Wiyoko, Brand Ambassador NUVO Family, menilai, edukasi ini sangat relevan, terutama bagi orang tua.

“Penting banget ya. Apalagi saya sendiri pun juga sebagai orang tua. Paham betul bahwa memang anak-anak usia sekolah, mulai sejak dini sudah mulai beraktivitas, bermain, mengeksplor hal-hal yang baru,” ujar Dion.

Lebih jauh, Dion pun mengingatkan bahwa anak-anak rentan terhadap paparan kuman.

“Apa sih yang bisa kita upayakan sebagai orang tua? Ya, tindakan-tindakan preventif. Yaitu, melindungi anak-anak ini dari bakteri atau kuman,” ujarnya.

Melalui kampanye ini, Dion  memperkenalkan konsep B3ST, yakni Bersih Tangan, Bersih Tubuh, Bersih Pakaian, dan Sehat Terlindungi.

“Kebiasaan itu harus dimulai dari kecil. Kalau sudah gede baru mulai, biasanya kurang sustainable,” tegasnya.

Baca Juga: WINGS for UNICEF dan Hers Protex Perkuat Edukasi Kebersihan Menstruasi di Sekolah