Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul bakal mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjelaskan polemik pengadaan sepatu sekolah rakyat yang bernilai fantastis. Polemik sepatu sekolah rakyat yang tembus Rp27,5 miliar itu kini masih menggelinding liar di tengah masyarakat. 

Gus Ipul dijadwalkan menyambangi Gedung Merah Putih di Kuningan, Jakarta Selatan pada hari ini, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Selain memberi penjelasan, Gus Ipul juga bakal meminta arahan KPK terkait supaya proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan kementeriannya tak tersandung masalah hukum. 

Baca Juga: Polemik Sepatu Sekolah Rakyat Tembus Rp27,5 Miliar, Kemensos Diminta Transparan

“Bersama Pak Wamen, Pak Sekjen akan silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan, sekaligus juga kita akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial," ujar Gus Ipul dilansir Jumat (8/5/2026).  

Sejauh ini Kementerian Sosial memang memberi penjelasan secara terperinci terkait polemik pengadaan sepatu sekolah rakyat itu, namun Gus Ipul memastikan pihaknya tak bakal berdiam diri, Kemensos kata dia telah membentuk tim pengawas guna mengusut polemik tersebut. 

"Kami membuat tim khusus untuk mendalami isu-isu pengadaan yang kita tahu ya, di berbagai pemberitaan dan medsos. Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman, dan melaporkannya dalam minggu depan," ujarnya.

Sementara itu  Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan nominal pengadaan sepatu sekolah rakyat yang tembus Rp27,5  miliar atau Rp700 ribu per pasang bukan angka final. Dia menegaskan nominal itu bukanlah harga beli, melainkan sekadar batas anggaran maksimal atau pagu.

Ia juga mengatakan bahwa sepatu senilai Rp700 ribu tersebut bukanlah sepatu harian biasa, melainkan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL) yang memiliki standar kekuatan khusus.

"Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada yang nilainya 700. Sepatu apakah itu? Yaitu sepatu PDL. Yang tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian. Karena di situ ada banyak komponen ya, ada banyak komponen yang tentunya berbeda dengan sepatu harian," ujar Agus.

Agus juga menekankan bahwa nilai pagu tersebut masih akan disesuaikan dengan harga riil di pasar pada saat proses pelelangan berjalan, dengan prinsip mencari harga yang paling efisien tanpa mengorbankan kualitas.

Baca Juga: Tak Ada Batas Jam Kerja, Pengusaha Tak Mengenal Konsep Work-Life Balance

"Itu pagunya, itu pagunya, bukan harga riil. Jadi nanti kan ada proses kita melakukan orientasi, orientasi pasar, harga saat ini berapa. Tentunya pada waktu lelang ya, PPK itu akan memilih gitu loh, perusahaan-perusahaan atau vendor-vendor yang harganya paling murah tetapi tidak keluar dari spesifikasi," ujar Agus.

"Jadi ini belum realisasi, ini baru pagu, baru rencana anggaran gitu loh," sambungnya.