Pagelaran Sabang Merauke akan kembali hadir di tahun 2026 ini dengan rangkaian kegiatan yang semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui seni dan budaya. Tahun ini, ajang tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga wadah bagi talenta-talenta baru untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengekspresikan kekayaan budaya Indonesia.
Sebagai langkah awal menuju puncak acara yang akan digelar pada Agustus mendatang, digelar The Audition 2026 berlangsung meriah pada Minggu (26/4/2026) di Main Atrium Grand Indonesia East Mall.
Ratusan penari dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul dan beradu kemampuan, membawa satu mimpi yang sama, yakni tampil di panggung kolosal besar, Pagelaran Sabang Merauke.
Antusiasme tinggi terlihat sejak awal seleksi. Dari total 676 peserta yang mendaftar, proses audisi yang ketat menyaring mereka menjadi 50 finalis terbaik. Perjalanan tersebut akhirnya mengerucut pada terpilihnya 27 penari yang dinilai unggul dari sisi teknik, kekuatan fisik, hingga penjiwaan, menjadikan mereka sebagai wajah baru yang siap membawa semangat budaya Indonesia ke panggung yang lebih besar.
Para peserta pun tampil di hadapan jajaran juri yang terdiri dari Rusmedie Agus, Giok Hartono, Raisa Andriana, Pulung Jati, hingga Sandidhea. Suasana audisi berlangsung penuh ketegangan sekaligus antusiasme, ketika setiap penari berusaha menampilkan performa terbaiknya di atas panggung.
CEO dan Presiden Direktur PT iForte Solusi Infotek, Ferdinandus Aming Santoso, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran sekaligus perayaan keberagaman budaya.
“Saya atas nama manajemen iForte dan Protelindo Group ingin mengucapkan terima kasih kepada Dewan Juri yang telah bekerja dari pagi sampai malam hari dan harus menseleksi 50 peserta dan hasilnya sudah didapat. Sangat terima kasih sekali atas dukungannya pada acara ini,” terang Aming, sapaan akrabnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan energi luar biasa di atas panggung.
“Dan tentunya kepada para peserta, adik-adik luar biasa sekali kalian. Ini akan menjadi contoh pada generasi muda lainnya yang ada di luar sana yang tidak berpartisipasi. Mereka akan melihat energi kalian yang luar biasa,” lanjutnya.
Senanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus Executive Producer Pagelaran Sabang Merauke, Silvi Liswanda, pun mengapresiasi keberagaman yang ditampilkan para penari merupakan kekuatan khas Indonesia.
“Kalian ini telah mendemonstrasikan betapa indahnya Indonesia, betapa uniknya Indonesia karena keberagaman hanya Indonesia yang punya,” ungkap Silvi.
Ia pun menegaskan bahwa tidak ada konsep menang atau kalah dalam ajang ini.
“Tidak ada yang menang kalah tapi ada yang terpilih dan belum terpilih. Yang belum terpilih masih ada waktu untuk ikut serta di kemudian hari,” jelasnya.
Selanjutnya, sebagai juri, Penyanyi, Raisa Andriana mengaku terhanyut oleh energi para peserta.
“Jujur saya berapi-api banget. Tapi bener sih, karena dari tadi menghadapi 50 penari itu energinya luar biasa banget,” katanya.
Raisa menilai setiap penampilan mampu membangkitkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
“Dan itu benar-benar membangkitkan jiwa nasionalisme kita, membangkitkan rasa bangga kita terhadap budaya kita sendiri,” lanjut Raisa.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya para penari dalam melestarikan budaya.
“Terima kasih banyak juga untuk semua usahanya untuk melestarikan budaya kita dan untuk memperkenalkan budaya kita ke kita-kita sendiri, ke orang Indonesia sendiri, maupun ke mancanegara. Dan apapun hasilnya, kalian semua sudah menjadi pemenang di hati aku terutama,” ungkap Raisa.
Kemudian, Koreografer, Sandidhea menyoroti peningkatan kualitas peserta dari tahun ke tahun.
“Tentu saja secara pribadi saya sangat merasa bangga, apalagi dengan progres baik itu di kuantitas maupun kualitasnya, semuanya mengalami improvement yang cukup signifikan dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seleksi tidak dimaksudkan untuk membandingkan satu kesenian dengan yang lain.
“Kami tidak dalam rangka untuk membandingkan kesenian yang satu dengan yang lain, semuanya tentu punya value-nya masing-masing,” jelasnya.
Menurut Sandidhea, pemilihan 27 penari bertujuan menghadirkan representasi keberagaman Indonesia dalam satu karya besar.
“Tujuan dari apa yang kita lakukan untuk mendapatkan 27 besar ini lebih kepada bagaimana pemerataan dan juga keberagaman yang ada di wilayah Indonesia ini bisa terkristalisasi lewat karya besar,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Koreaografer Pagelaran Sabang Merauke, Pulung Jati yang menekankan pentingnya proses.
“Apa yang ada di panggung ini menjadi ruang proses kita bersama,” ujarnya.
Pulung pun mendorong para peserta untuk terus berkembang tanpa terpaku pada hasil akhir.
“Harapannya orientasi kita Bersama, bagaimana kita untuk selalu meng-upgrade diri kita, bagaimana kita selalu berproses untuk berkembang,” lanjutnya.
Sementara itu, Director Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang memadati area pertunjukan.
“Begitu bangganya saya, begitu ramainya ini menyaksikan pertunjukan kebudayaan,” tukas Memed, panggilan akrabnya.
Memed menegaskan bahwa budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati publik.
“Faktanya pada hari ini di Grand Indonesia begitu banyaknya dukungan untuk kebudayaan Indonesia,” tegasnya.
Bahkan, ia menyebut nilai budaya melampaui nilai komersial.
“Kebudayaan kita lebih mahal dari segalanya,” ungkapnya.
Selanjutnya, Pemerhati Seni, Giok Hartono, pun turut memberikan pesan realistis kepada para peserta.
“Memang ini namanya juga audisi, akan ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih, bukan menang atau kalah ya,” tukasnya.
Giok mengakui bahwa kualitas peserta yang merata membuat proses seleksi menjadi sulit.
“Kalian semua sudah membuat kami sulit memilih, karena sebetulnya kalian semua itu bagus. Cuma karena harus memilih 27, ya kita harus menentukan,” katanya.
“Bagi yang belum terpilih, teruslah berlatih,” sambung Giok.
Dari proses panjang tersebut, terpilih 27 penari yang akan melangkah ke tahap berikutnya, yakni menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan sebelum tampil dalam pertunjukan utama pada Agustus 2026.
Mereka adalah Mila Ramadani dari Bangka Belitung, Gia Ulfa dari Sumatera Utara, Miftahul Asmi dari Kalimantan Barat, Clara Riri dari Kalimantan Timur, Yogi Nefrian dari Sumatera Barat, Jasendra Tarigan dari Sumatera Utara, Muhammad Fadli dari Sumatera Barat, Leo Anjuari Manalu dari Sumatera Utara, Alfi Zalturahmi dari Sumatera Barat, dan Putri Wulandari dari Sumatera Barat.
Kemudian, Bagus Azhari dari Kalimantan Barat, Yuni Pratiwi dari Sumatera Barat, Zharif Zadwi dari Kalimantan Barat, Frida Marcella dari Kalimantan Timur, Bulan Noverina dari Jawa Tengah, Anissa Triwinata dari Sumatera Utara, Raihan Kamil dari DKI Jakarta, Jamaludin Al Afgani dari Papua Tengah, serta, Debby Septian Nugraha dari Jawa Barat,
Selanjutnya, ada Monalisa dari Aceh, Fahra Azikri dari Aceh, Zahri Kirana dari Kalimantan Barat, Zabila Satya dari Sumatera Utara, Abela Syakinah dari Sumatera Barat, Mutiara Clara dari Kalimantan Timur, Nida Upida dari Aceh, serta Titiek Rahayu dari Jawa Tengah.
Nah Growthmates, Ajang The Audition ini bukan hanya melahirkan penari-penari berbakat, tetapi juga menjadi ruang bertemunya semangat, identitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia, sebuah panggung yang tidak hanya menampilkan gerak, tetapi juga jiwa.
Selain menetapkan 27 penari terpilih, ajang ini juga memberikan apresiasi melalui dua kategori penghargaan khusus. Penghargaan Youth Talent diberikan kepada penari muda inspiratif yang dinilai memiliki potensi besar dalam berkontribusi bagi perkembangan seni budaya Indonesia. Tahun ini, penghargaan tersebut diraih oleh Aura Sifa Harahap dari Sumatera Utara.
Sementara itu, kategori Most Favorite Dancer ditentukan berdasarkan interaksi terbanyak di media sosial Instagram @pagelaransabangmerauke, melalui jumlah likes dan komentar dari publik. Penghargaan ini dimenangkan oleh Khaled Damanik dari Kabupaten Sumbawa Barat, yang berhasil mengumpulkan 6.617 likes dan 136 komentar, menjadikannya sebagai favorit pilihan masyarakat.
Baca Juga: iForte Dorong Gerakan Budaya Nasional Lewat Pagelaran Sabang Merauke 2026