4. Diet Tinggi Protein yang Berlebihan

Protein memang penting untuk membangun otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan mendukung sistem kekebalan. Namun, tren konsumsi protein berlebihan yang saat ini populer tidak selalu memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.

Menurut Anshul Singh, daging merah dan olahan seperti sosis dan bacon kaya akan protein dan lemak jenuh. Terlalu banyak protein dapat memberi tekanan tambahan pada ginjal.

Saat tubuh memecah protein, ginjal harus bekerja untuk membuang limbah nitrogen yang dihasilkan. Jika konsumsi protein terlalu tinggi dalam jangka panjang, terutama pada individu yang memiliki diabetes, hipertensi, dehidrasi, atau gangguan ginjal, beban kerja ginjal dapat meningkat secara signifikan.

DT Parul Yadav juga mengingatkan bahwa konsumsi daging merah berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat yang turut memberikan tekanan pada fungsi ginjal.

5. Daging Olahan

Bacon, sosis, salami, nugget, dan berbagai jenis daging olahan sering dipasarkan sebagai sumber protein yang praktis. Namun, produk-produk ini biasanya mengandung kombinasi natrium tinggi, lemak jenuh, pengawet, dan bahan tambahan lainnya.

"Daging olahan buruk untuk ginjal karena mengandung natrium tinggi dan zat aditif yang dapat membebani fungsi ginjal," kata DT Parul Yadav.

Sebagian produk juga mengandung fosfat tambahan yang sulit diproses oleh ginjal yang sudah mengalami penurunan fungsi. Meski labelnya menonjolkan kandungan protein, dampak dari kadar garam dan bahan pengawetnya tetap perlu diperhatikan.

6. Makanan Tinggi Oksalat

Tidak semua makanan sehat cocok untuk semua orang. Beberapa makanan bergizi seperti bayam, bit, cokelat, dan kacang-kacangan mengandung oksalat yang cukup tinggi.

DT Parul Yadav menjelaskan, makanan tinggi oksalat seperti bayam, bit, cokelat, dan kacang-kacangan dapat membantu pembentukan batu ginjal pada orang yang rentan terhadapnya.

Bagi sebagian besar orang, oksalat tidak menimbulkan masalah. Namun pada individu yang memiliki riwayat batu ginjal kalsium oksalat, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kekambuhan.

Karena itu, tren makanan sehat yang viral di media sosial tidak selalu cocok diterapkan secara universal. Kebutuhan nutrisi ideal setiap orang tetap harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya masing-masing.

7. Makanan Cepat Saji dan Gorengan

Makanan cepat saji merupakan kombinasi dari berbagai faktor risiko yang dapat merusak kesehatan ginjal, mulai dari natrium tinggi, lemak trans, karbohidrat olahan, hingga kandungan kalori berlebih.

"Makanan cepat saji dan makanan yang digoreng mengandung lemak, garam, dan kalori tinggi yang dapat merusak ginjal dan kesehatan secara keseluruhan," papar DT Parul Yadav.

Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi, tiga kondisi yang menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis. Selain itu, makanan tinggi garam juga dapat menyebabkan retensi cairan dan meningkatkan tekanan pada ginjal.

Baca Juga: Benarkah Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Kerusakan Ginjal? Ini Penjelasan Ahli