Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menantang Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk segera angkat bicara merespons gugatan yang dilayangkan Pakar hukum tata negara Denny Indrayana. 

Denny melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi atas prosedur pencalonan Gibran pada Pilpre 2024 lalu, Gibran diduga cacat prosedural lantaran diduga kuat tak punya ijazah SMA/SLTA atau setara. 

Baca Juga: Jangan Terlalu Ngarep! Mas Gibran Nggak Bakal Dilirik Prabowo Buat Pilpres 2029

"Logikanya sederhana: Kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang? We expect more from our leaders. Bagi yang sayang pada Gibran, silahkan, tapi anda sebaiknya lebih sayang pada Indonesia. Something to think about," kata Dino dilansir Olenka.id Senin (14/9/2026).

Menurut Dino, Gugatan Denny Indrayana ke MK seharusnya dilihat sebagai kesempatan unjuk gigi, Gibran kata dia seharusnya memanfaatkan kesempatan itu untuk membuktikan dirinya, bukan sebaliknya diam seolah-olah tak tahu ada adanya gugatan tersebut. 

"Bahkan menurut saya, ini kesempatan bagi Gibran untuk membuktikan kualitasnya sebagai politisi/pemimpin, dan bagi rakyat untuk menilainya sendiri," tegasnya. 

Lebih lanjut, Dino mengatakan, perkara hukum yang membelit Gibran sekarang ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh para penegak hukum, jangan sampai gugatan yang dilayangkan terbengkalai tanpa tindak lanjut yang jelas. 

"Negara ini milik kita semua, dan kedaulatan berada di rakyat, bukan pihak manapun. Hukum dan peraturan yang berlaku bagi semua WNI juga berlaku bagi Gibran," pungkas Dino. 

Perlu diketahui sejak Denny Indrayana melayangkan gugatan tersebut ke MK pada pertengahan pekan lalu, Gibran sama sekali tak memberi tanggapan apa pun. 

Bahkan jauh sebelum gugatan itu dilayangkan, ketika Denny Indrayana membuka sayembara mencari ijazah SMA/SLTA atau sederajat milik Gibran yang dipakai sebagai syarat pendaftaran  calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu, Gibran tetap tidak tidak bergeming. 

Baca Juga: Gibran Mingkem Soal Gugatan Denny Indrayana: Nggak Level Layani Tersangka Korupsi!

Sayembara itu dibuka 9 Agustus 2026 lalu dengan total hadiah yang mencapai miliaran rupiah, lantaran tak ada satu pun orang yang dapat menunjukan ijazah Gibran, Denny memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum dengan melayangkan gugatan ke MK.