Purbaya menambahkan, mulai pekan depan Kementerian Keuangan akan kembali memperketat pengawasan realisasi anggaran. Jika ditemukan hambatan, pemerintah akan melakukan percepatan melalui koordinasi dan diskusi langsung dengan instansi terkait.
"Mulai minggu depan kita akan memperkontrol lagi. Kita monitor lagi. Kalau ada yang nggak lancar membelanjakannya, ya kita diskusi, kita percepat,"” bebernya.
Namun, Purbaya juga memberikan peringatan tegas bagi instansi yang tidak responsif terhadap upaya percepatan tersebut.
"Kalau nggak mau dengar, kita potong anggarannya. Saya stop, saya nggak kirim saja," tegasnya.
Meski demikian, ia menegaskan langkah tersebut bukan sekadar tindakan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas belanja negara agar benar-benar memberi dampak ekonomi dan tidak terjadi kebocoran anggaran.
"Tujuannya satu, supaya belanja tepat waktu, tepat saat, dan nggak bocor. Itu berlaku untuk pusat dan daerah," kata Purbaya.
Terakhir, ia juga menyoroti masih besarnya dana yang mengendap di daerah menjelang akhir tahun anggaran, yang menurutnya menunjukkan masih perlunya perbaikan tata kelola belanja.
"Daerah juga sama. Masih punya ratusan ribu lebih di akhir tahun," tandasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Bank Indonesia Mampu Kendalikan Rupiah: Mereka Jago!