Di tengah situasi ekonomi yang masih dipenuhi tantangan, kemampuan mengelola finansial makin penting dimiliki. Riset terbaru OCBC yang bekerja sama dengan NielsenIQ (NIQ) bertajuk Financial Fitness Index (FFI) 2026 menunjukkan peningkatan di beberapa aspek, termasuk kebiasaan menabung serta kepemilikan investasi kompleks.

Tahun ini, riset yang dilakukan ke-6 kalinya tersebut mencata bahwa 92% anak muda di Indonesia sudah menabung dengan rutin. Capaian tersebut naik dari angka 89% tahun sebelumnya. Di sisi lain, sebanyak 9% responden mengaku sudah memiliki investasi kompleks, seperti saham, deposito, reksa dana, forex, dan lainnya; dibandingkan angka 4% pada tahun 2025.

Baca Juga: Perkuat Infrastruktur Investasi, OCBC Ajak Masyarakat Makin Melek Finansial

"Semakin banyak masyarakat yang mulai membangun kebiasaan menabung dan mempersiapkan masa depan. Ini menunjukkan adanya awareness yang berkembang dan menjadi modal penting OCBC Information Classification: Public untuk menghadapi tantangan finansial ke depannya,” ujar Inggit Primadevi, Director Strategic Analytics & Insight, NielsenIQ Indonesia, di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Di tengah meningkatnya kesadaran finansial masyarakat, tantangan ekonomi yang masih terjadi di tahun ini menyebabkan penurunan skor financial fitness anak muda Indonesia sebesar 39,64 dari 40,60 pada tahun sebelumnya. Sementara itu, sebanyak 55% masyarakat merasa bahwa perencanaan finansial mereka saat ini akan membawa kesuksesan finansial di masa depan, tetapi 80% belum melakukan pencatatan keuangan dan baru 27% yang memiliki dana darurat.

“Bagi OCBC, sehat secara finansial bukan sekadar tentang memiliki lebih banyak uang, tetapi tentang memiliki fondasi dan perencanaan yang membuat kita mampu menghadapi ketidakpastian, sekaligus memiliki ruang untuk bertumbuh. Karena itu, perjalanan finansial perlu dimulai dari memahami kondisi kita, menentukan prioritas, membangun resilience, dan kemudian mengembangkan kekayaan sesuai tujuan dan profil masing-masing. Jadi bukan hanya tahu ilmunya, tetapi juga harus mengaplikasikannya dengan bijak dan konsisten,” ujar Lauda Muliana, Personal Banking Segment Head, OCBC.

Sejalan dengan insight tersebut, OCBC juga mengembangkan pendekatan wealth management yang personal, digital, dan inclusive:

  • Personal: strategi finansial yang dapat disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan, dan profil risiko masing-masing individu. Untuk itu, OCBC menyediakan fitur untuk evaluasikesehatan finansial secara holistik melalui Financial Fitness Check Up (FFCU), dan juga fitur For Your Investment untuk mengetahui pilihan instrumen investasi yang telah dikurasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan;
  • Digital: Akses terhadap informasi, perencanaan, dan berbagai solusi finansial untuk wealth management semakin mudah, dapat dilakukan di OCBC Mobile;
  • Inklusif, karena OCBC percaya bahwa wealth management bukan hanya untuk segmen tertentu saja, melainkan untuk semua orang.

Selain itu, FFI 2026 juga menemukan bahwa mereka yang memiliki dana darurat, kebiasaan menabung, dan investasi menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menjalani lifestyle tanpa mengabaikan kebutuhan finansial jangka panjang. Temuan ini memperkuat bahwa financial fitness bukan berarti menghilangkan lifestyle, melainkan mampu menentukan prioritas dan memastikan setiap pengeluaran sesuai dengan kemampuan serta tujuan finansial.